Pencegahan Dini Agar Pria Tidak Mengalami Obesitas - Male Indonesia
Pencegahan Dini Agar Pria Tidak Mengalami Obesitas
Sopan Sopian | Sex & Health

Salah satu temuan yang menjadi perhatian dalam Riset Dasar Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018 ialah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular

obesitas - Male IndonesiaTony Alter/Flickr.com

Menurut Ahli gizi klinik dr Raissa E. Djuanda M.Gizi, Sp.GK kenaikan ini berhubungan dengan gaya hidup yang tidak sehat, terutama pola makan. "Jadi kalau gizi masyarakat Indonesia sekarang tren obesitas atau kelebihan berat badan makin meningkat," ujar Raisa.

Pemantauan status gizi 2017 di atas usia 18 tahun, mencapai 40,4 persen di Indonesia yang mengalami obesitas. Riskesdas tahun 2013 sebanyak 14 persen, sementara tahun 2018 meningkat menjadi 21,8 selama lima tahun alami kenaikan. "Kecenderungan peningkatan dialami satu dari lima laki-laki berisiko diabetes," tutur Raisa.

Mengapa obesitas berbahaya? Sebab, menurut Raissa biasanya orang suka tidak sadar. Kebanyakan berpikir bahwa makin besar tidak masalah yang penting sehat. Padahal, lajutnya, obesitas menjadi awal dari penyakit kronik atau tidak menular seperti darah tinggi, diabetes, ginjal, jantung dan lainnya.

Lalu bagaimana mencegahnya? Raisa menuturkan, yakni pantau secara rutin berat badan, menambah aktivitas fisik dan, konsumsi makanan yang sehat. Mengadopsi pola makan sehat tidak sesulit yang dibayangkan.

Sebagai langkah awal Raissa mengimbau untuk perbanyak konsumsi buah dan sayur serta membatasi makanan kemasan. Asupan total lemak sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari total asupan energi serta konsumsi sayur dan buah setidaknya 400 gram sehari.

"Harus perhatikan pola makan sehat (mengandung gizi seimbang bagi tubuh) dalam satu piring makan, setengahnya buah dan sayur, seperempat karbohidrat, seperempat lauk," papar Raissa.

Selain itu, masyarakat disarankan menjaga porsi saat konsumsi makanan berkalori tinggi dan mengurangi garam, gula serta lemak. "Ingat hasil dari pola hidup sehat tidak ada yang instan, biasanya tiga bulan baru terlihat dan itu pun harus konsisten dilakukan," Raissa menekankan.

Makanan yang Perlu Dibatasi
Selain memerhatikan asupan lemak dan banyak gerak, menurut laman Boldsky, Anda juga perlu menghindari atau membatasi beberapa makanan berikut ini. 

Pertama roti gandung. Kendati ini bisa Anda makan, namun perlu untuk membatasinya, lebih baik imbangi dengan nasi dan aktivitas yang padat. Kemudian, yang kedua adalah nasi-nya. Nasi mengandung cukup banyak karbohidrat yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Semangkuk kecil nasi untuk makan siang tak masalah. Namun sebaiknya, kurangi porsi makan nasi saat makan malam. 

Ketiga Anda perlu membatasi teh atau kopi, Secangkir teh atau kopi hangat lebih baik dilakukan setelah sarapan pagi dan sore hari. Hindari kopi sebelum tidur, karena bisa menyebabkan gangguan tidur. Ketika ini terjadi, Anda bisa memgalami obesitas. 

Kemudian yang terakhir atau keempat adalah ayam dan nasi. Jika dikonsumsi pada siang hari, baik bagi tubuh. Tetapi jika di malam hari, lebih baik, Anda konsumsi ayam dan sup atau sayuran hijau. *** (SS)

SHARE