Ada yang Baru di Kompetisi UEFA Tahun 2021 - Male Indonesia
Ada yang Baru di Kompetisi UEFA Tahun 2021
MALE ID | Sport & Hobby

Induk sepakbola Eropa (UEFA) meluncurkan kompetisi antarklub Eropa kasta ketiga sebagai usaha agar lebih banyak negara yang terlibat dalam pertandingan-pertandingan di Benua Biru. Kompetisi ini akan diperkenalkan pada awal musim 2021-2022.

Photo by Br'er rabbitons on Wikipedia

Eropa pernah memiliki kompetisi ketiga untuk para juara piala domestik, yang dikenal dengan label Piala Winners. Namun turnamen itu dihapus pada 1999. Para juara piala domestik itu kini berkompetisi di Liga Europa.

Kompetisi baru itu untuk sementara akan disebut UEL2, yang mana kedudukannya ada di bawa Liga Champions dan juga Liga Eropa. UEL2 telah disetujui oleh komite eksekutif UEFA pada Minggu 2 Desember 2018 (waktu setempat).

Pertandingan-pertandingan UEL2 akan dimainkan pada Kamis malam (Jumat dini hari WIB), yang mana akan ada delapan grup yang masing-masing terdapat empat tim dengan hanya juara grup saja yang lolos ke babak selanjutnya secara otomatis.

Bagi runner-up UEL2, akan dipertemukan dengan tim peringkat ketiga dari Liga Europa untuk memperebutkan tiket 16 besar UEL2. Skema serupa juga akan diterapkan bagi tim peringkat ketiga fase grup Liga Champions, untuk diadu dengan runner-up Liga Europa.

Sistem baru ini pun akan diterapkan di Liga Eropa, yang mana akan menggantikan babak 32 besar. Alhasil, tim urutan ketiga di Liga Champions akan menghadapi runner-up grup Liga Eropa. Keberadaan UEL2 pun mempengaruhi Liga Eropa, di mana klub yang berpartisipasi pada babak penyisihan grup akan dirampingkan jadi 32 dari 48 tim.

"Kompetisi antar klub baru UEFA membuat kompetisi antar klub Eropa lebih menyeluruh dari sebelumnya. Akan ada lebih banyak laga untuk lebih banyak klub, dengan berbagai asosiasi (dari tiap negara) banyak terlibat di fase grup," ujar Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.

Saat ini diperkirakan terdapat klub-klub dari 26 negara berbeda bersaing di Liga Champions dan Liga Europa dari tiap fasenya. Dengan adanya UEL2, UEFA menjamin setidaknya akan ada penambahan menjadi 34 negara yang terlibat.

Selain itu, UEFA diduga berusaha untuk meningkatkan prestise Liga Europa demi peningkatan profit sekaligus menciptakan terobosan yang mampu menjadi wadah untuk menampung lebih banyak klub-klub Eropa melalui beragam kompetisi.

Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA) sendiri, yakni Andrea Agnelli, yang juga Presiden Juventus, menyatakan bahwa model kompetisi Eropa saat ini memang butuh modernisasi. *** (SS)

SHARE