Pandangan Kehidupan Seks Bagi Para Lajang - Male Indonesia
Pandangan Kehidupan Seks Bagi Para Lajang
MALE ID | Sex & Health

Kehidupan seks bagi mereka yang telah memiliki pasangan tentu bisa leluasa untuk melampiaskannya. Lebih terbuka dan kapanpun bisa melampiaskannya ketika gairah seksual itu datang. Namun bagaimana dengan yang lajang?

Kehidupan seks - male IndonesiaPhoto by Zac Durant on Unsplash

Kehidupan seks atau aktivitas seksual bagi para lajang pin masih tetap dibutuhkan. Caleb Balke seorang ahli kesehatan dan kebugaran dalam laman Elite Daily mengatakan, aktivitas seksual yang dilakukan seseorang dengan dirinya sendiri dapat berubah menjadi hal yang positif, karena orang tersebut dapat lebih mengenal dirinya sendiri. 

"Seksualitas dan hubungan seksual tidak saling eksklusif. Tapi, eksplorasi seksualitas pada diri sendiri sama saja mempelajari tentang diri, dan cara bereaksi terhadap sensasi yang berbeda," ucapnya.

Lebih lanjut, Balke menuturkan, ketika seseorang masih lajang, berarti maasih memiliki waktu banyak untuk belajar mencintai diri sendiri. Meski terkesan mudah, tetapi selama ini masih banyak orang yang tidak bersikap mencintai dirinya.

Dikatakan Dr William Kolbe, penulis The Rejuvenating Masturbation, mereka yang ingin mengenal dirinya sendiri atau mencintai dirinya, perlu melewati serangkaian proses. Di sisi lain, cara untuk membahagiakan diri sendiri dalam kegiatan seksual ialah dengan melakukan masturbasi. 

Banyak dari orang dewasa tentu sepakat, tapi selain membahagiakan diri sendiri, ternyata masturbasi pun dapat memberikan dampak yang baik bagi tubuh. "Biarkan seks solo Anda menjadi peluang untuk mencintai diri sendiri," tutur Kolbe.

"Dengan merangsang zona sensitif seksual, kamu dapat merasakan energi seksual, hormon yang meningkat, dan menenangkan pikiran," tambahnya.

Dalam kesendirian pun Anda dapat mempelajari dan bereksprimen pada diri sendiri. Hasilnya, menurut Balke bisa mengetahui tentang turn on dan turn off tubuh sendiri. "Saat sendiri kamu akan tahu apa yang benar-benar diinginkan," kata Balke.

Di sisi lain, masturbasi juga menjadi harapan. Karena bisa membuat seseorang lebih bahagia. Dampak masturbasi yang terjadi pada tubuh ini mampu meningkatkan zat kimia seperti dopamin dan oksitosin di dalam tubuh. Hormon dopamin dapat meningkat ketika terjadi aktivitas tertentu yang berkaitan dengan hal bahagia.

Sedangkan hormon oksitosin bermanfaat dalam berbagai tingkah laku manusia, seperti orgasme, kedekatan sosial, dan sikap keibuan. Untuk alasan inilah hormon oksitosin terkadang dianggap sebagai hormon cinta.

Tetapi, para ahli kesehatan juga berpendapat bahwa masturbasi tak harus dilakukan setiap hari. Karena meski memiliki manfaat, ada juga dampak buruknya. Misalnya, terlalu sering melakuan masturbasi, dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. 

Masalah lain yang muncul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain, dan justru menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri. Frekuensi yang terlalu sering dalam melakukan masturbasi adalah memicu timbulnya kulit lecet sampai pembengkakan organ intim karena tidak pernah menggunakan pelumas. *** (SS)

SHARE