Venner Bukan Solusi Sehat Pria Dapatkan Gigi Putih - Male Indonesia
Venner Bukan Solusi Sehat Pria Dapatkan Gigi Putih
MALE ID | Looks

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) drg Diono Susilo mengatakan bahwa kini sedang tren veneer. Padahal menurut dia tak semua orang membutuhkan proses veneer.

Venner - male IndonesiaPhoto by Lucas Sankey on Unsplash

Menurut drg Diono, veneer bisa dilakukan untuk mereka yang memiliki gigi sangat kusam sehingga satu-satunya cara terbaik untuk menutupi gigi aslinya adalah dengan menggunakan teknik veneer

"Veneer merupakan tindakan memberikan lapisan luar pada gigi agar terlihat lebih putih," ujar drg. Diono usai konferensi pers peluncuran IDEC 2019.

Veneer umumnya terbuat dari resin atau porselen, dan akan menempel secara permanen pada gigi. Berbeda dengan implan gigi atau crown gigi, veneer hanya menutupi bagian depan saja, tidak mengganti gigi seluruhnya. Implan gigi mengganti gigi hingga ke akarnya, sedangkan crown gigi menutupi seluruh bagian mahkota gigi, tidak hanya bagian depan saja.

Prosedur pemasangan veneer gigi pada pasien dapat dilakukan secara prep maupun no-prep atau minimal prep. Pada pemasangan veneer gigi prep, bagian gigi yang akan dipasang veneer akan digerus terlebih dahulu hingga mencapai lapisan bawah enamel gigi agar veneer terpasang dengan baik. 

Gigi yang digerus akan berubah bentuknya secara permanen dan seringkali prosedur ini cukup menyakitkan, sehingga harus dibantu dengan anestesi atau bius lokal. Sedangkan pemasangan veneer gigi no-prep hanya mengubah sedikit enamel gigi dan tidak sampai menggerus bagian bawah enamel gigi. Pemasangan veneer gigi no-prep tidak memerlukan anestesi lokal.

Sebelum veneer gigi dilakukan, pasien akan menjalani pengecekan awal. Dokter gigi akan mengevaluasi kondisi gigi dan mulut pasien untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit gigi atau gusi, seperti gigi berlubang, penyakit gusi, perdarahan gusi, atau penyakit akar gigi.

Dokter juga akan melakukan foto Rontgen panoramik gigi untuk memastikan kesehatan gigi. Setelah pemeriksaan awal, gigi pasien akan digerus terlebih dahulu untuk menghilangkan lapisan enamel gigi. Proses penggerusan ini bisa menggunakan bius lokal atau tanpa bius tergantung jenis venner gigi yang pasien pilih. 

Gigi pasien yang akan dipasangi veneer kemudian diukur menggunakan alat cetakan khusus dan cetakan ini akan menjadi dasar pembuatan veneer yang akan dipasang pada pasien.

Namun, Diono mengingatkan mengenai risiko yang timbul pada gigi yang di-veneer, yakni gigi dalam menjadi rusak. Ia menyebut veneer itu dilakukan pada era 1990-an itu dengan memertimbangkan terdapat satu indikasi tertentu, seperti warna gigi tidak putih karena antibiotik.

Oleh karena itu, ia mengingatkan, bahwa memperbaiki gigi atau warna jangan mengikuti tren yang ada. Akan tetapi lebih pada kondisi dan perlunya menggunakan veneer. *** (SS)

SHARE