Alasan Penderita Diabetes Harus Tetap Berolahraga | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Alasan Penderita Diabetes Harus Tetap Berolahraga
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Menjaga kondisi kesehatan tubuh tentu salah satu yang dapat dilakukannya adalah dengan aktivitas berolahraga. Olahraga juga dinilai baik untuk menjaga kadar gula dalam darah.

Photo by VELOBAR+ on Unsplash

Menjaga gula darah dengan olahraga dapat membantu Anda terhindari dari risiko diabetes. Namun yang perlu diketahui adalah seseorang yang telah di diagnosa diabetes atau yang memiliki kadar gula darah tinggi masih boleh berolahraga. 

Olahraga untuk diabetes memiliki banyak jenis, seperti bersepeda, jalan cepat, renang, hiking, yoga, dan latihan kekuatan. Olahraga ini direkomendasikan untuk penderita diabetes karena membawa beberapa manfaat kesehatan, seperti meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, dan lain-lain.

“Untuk mengobati justru bagus banget dengan olahraga. Misalnya saat dicek gula darahnya mulai tinggi tapi belum di diagnosa diabetes, biasanya kan belum diberi obat. Nah, akhirnya kuncinya mengacu pada peraturan diet dan olahraga,” kata dr. Grace Joselini, Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018.

Dengan berolahraga kesehatan akan tetap terjaga, begitu juga dengan kadar gula dalam darah, akan tetap stabil dan terhindar dari diabetes. Sayang, masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang kepeduliannya terhadap kesehatan. Seperti olahraga, menurut dr Grace dengan olahraga malah akan membantu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.

“Mengacu pada peraturan diet sama olahraga. Alasannya kenapa? Karena dengan olahraga itu selain dapat meningkatkn sensitivitas insulinnya, olahraga juga bisa menjadi exercise atau istilahnya dalam tubuh kita punya kunci cadangan untuk memasuki gula darah ke dalam sel. Sehingga enggak numpuk dalam darah si glukosanya itu,” jelasnya.

Saat berolahraga tubuh memang harus membutuhkan energi ekstra. Hal ini yang menyebabkan otot pada tubuh dapat menyerap baik glukosa sehingga membantu menurunkan kadar gula darah. Lamanya latihan fisik untuk penderita diabetes sebaiknya dengan insensitas yang sedang. Untuk mengawali latihan, tidak ada salahnya untuk memulai olahraga dengan bersepeda atau jalan cepat.

“Intensitasnya untuk penderita yang sudah di diagnosa diabetes cukup pada intensita di sedang. Kalau terlalu berlebihan atau tinggi berolahraganya malah akan membahayakan tubuh, takut terkena hipoglikemia,” paparnya. *** (SS)

SHARE