Ternyata Ini, Pemicu Konflik Pasangan saat Liburan - Male Indonesia
Ternyata Ini, Pemicu Konflik Pasangan saat Liburan
MALE ID | Relationships

Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa sebanyak 50 % pasangan yang libur bersama sering terlibat konflik. Apa yang diributkan?

Photo by Lonely Planet on Unsplash

Korn Ferry, sebuah konsultan manajemen perusahaan, mengadakan riset mengenai topik yang membuat runyam waktu liburan pasangan dan berakhir dengan konflik.

Hasilnya, 50 % responden menjawab, hal yang selalu memicu konflik kala liburan dengan pasangan adalah ketika salah satu dari mereka masih sibuk mengurus pekerjaan.

Berpergian dan menciptakan kenangan bersama pasangan merupakan salah satu ‘perekat’ hubungan agar senantiasa langgeng dan sebagai langkah besar untuk menciptakan hubungan jangka panjang.

Namun, masih memeriksa dan menyelesaikan pekerjaan kala berlibur akan menimbulkan efek yang bisa memadamkan api dalam hubungan Anda.

Terus, bagaimana jika Anda adalah seorang pengusaha atau memiliki jabatan penting di kantor, dimana setiap keputusan perusahaan tergantung dari persetujuan Anda?

Menurut pakar, ciptakan batasan dan aturan sebelum berangkat liburan. Sampaikan pada si dia bahwa di momen tertentu Anda masih harus berhubungan dengan kantor.

Tujuannya, tentu saja untuk membuat pasangan memahami situasi Anda. Lagipula cara ini juga bentuk penghargaan terhadap pasangan.

Aplikasi perjalanan Liligo, yang membantu konsumen membandingkan varian harga dari sejumlah maskapai penerbangan, pernah mengadakan survei terhadap 1.000 responden.

Usia para responden tercatat dari 17 sampai 34 tahun. Jumlah pria dan wanita relatif seimbang. Masing-masing memiliki hobi liburan dan berpetualang.

Hasil survei Liligo menyimpulkan, satu dari tiga responden sepakat masalah yang sering terjadi dengan pasangan selama liburan adalah beda pendapat atau kebiasaan.

David Bakke, pakar perencanaan liburan dari Money Crasher, menganjurkan agar setiap pasangan mencoba dulu berlibur ke daerah terdekat sebelum pergi ke luar negeri.

“Anda sebaiknya coba liburan bersama pada akhir pekan keluar kota dibandingkan ke luar negeri selama tujuh hari. Jika Anda belum pernah berpergian bersama, hubungan bisa retak karena hal-hal sepele,” tutur Bakke.

Perjalanan jarak dekat atau keluar kota, kata dia, bisa menjadi pertimbangan dan cerminan seperti apa Anda serta pasangan ketika berada jauh dari rumah.

“Anda bisa mengevaluasi kekurangan dan kelebihan masing-masing sebelum akhirnya libur besar ke luar negeri,” tuturnya lagi.

Gwendolyn Seidmann, seorang psikolog di Albright College, menjelaskan bahwa liburan bisa menguatkan hubungan jika berakhir sempurna. Sebab, hal itu merupakan peluang untuk mengenal karakter pasangan lebih baik.

Kemudian, dia juga menjelaskan, pasangan yang telah menjalani hubungan cenderung lama tentu memiliki kesamaan, sehingga mereka merasa nyaman saat pergi berdua. [GP]

SHARE