Gebrakan Jawa Motorcycles dengan Produk Terbaru | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Gebrakan Jawa Motorcycles dengan Produk Terbaru
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Pabrikan motor bergaya klasik, Jawa Motorcycles dihidupkan lagi di India. Pasca dua dekade lebih sejak produk terakhirnya dirilis, brand yang namanya mirip pulau di Indonesia ini meluncurkan seri terbaru.

Jawa Motorcycles

Adalah Classic Legends, bagian dari Mahindra Group yang kini memegang lisensinya. Tiga model langsung diluncurkan dan bakal menjegal Royal Enfield.

Jawa Motorcycles tak ada hubungannya dengan Indonesia, melainkan berasal dari Praha, Republik Ceko dan didirikan oleh Frantisek Janecek pada 1929. Janecek membeli pabrik otomotif dari Wanderer, kemudian memadukan dua nama, Janecek - Wanderer, disingkat menjadi Jawa.

Pada era Perang Dunia, Jawa Motorcycles cukup populer. Sedangkan di Indonesia, brand ini juga pernah ramai beredar bersama nama-nama jadul seperti Puch, AJS, BSA dan Norton.

Produk baru dari Jawa Motorcycles disebut Jawa. Itu sekaligus bentuk penghormatan pada model pertama dengan nama sama yang merajai jalanan India pada 1970-an sampai 1980-an.

Jawa masuk klasifikasi lini classic. Gayanya sengaja dibikin retro. Manufaktur berusaha menyajikan Jawa 300 Classic semirip mungkin layaknya sang pendahulu. Dua knalpot yang menjadi ciri khas manufaktur, juga tak dihilangkan. Yang berbeda hanya dari mesin, jika dulu memakai 2-tak, sekarang sudah 4-tak.

Model kedua diberi nama Jawa 42 dan masuk kategori Sport. Secara keseluruhan, mirip Jawa standar, tapi ada perbedaan sedikit. Stang lebih rata dan rendah, memberi kesan sporty.

Panel instrumen dan lampu depan juga berdiri sendiri. Berbeda dari Jawa standar yang letak speedometer terintegrasi ke rumah lampu. Selain itu, suspensi depan teleskopik pada Jawa 42 dilabur berwarna hitam.

Produk ketiga merupakan kustomisasi resmi pabrikan. Disebut Jawa Perak, bergaya bobber dan punya mesin lebih besar. Ketiga produk berbagi basis rangka modular yang sama.

Baik Jawa standar dan Jawa 42 menggendong mesin satu silinder 293 cc berpendingin cairan. Torsi maksimalnya sebesar 28 Nm dan puncak tenaga sebesar 27 PS. Sementara Jawa Perak dibekali mesin berkapasitas 334 cc yang menyemburkan torsi 31 Nm dan power 30,4 PS.

Mendukung performa, suspensi belakang bisa disetel lima tahap. Velg jari-jari berukuran 18 inci di depan dan 17 inci di bagian belakang. Sektor penghentian laju ditangani rem cakram 280 mm dengan fitur ABS. Sementara rem belakang masih mengandalkan tromol.

Jawa standar tersedia dalam tiga warna, yakni hitam, merah maroon dan abu-abu. Untuk Jawa 42 lebih banyak pilihan, dari hallys teal, galactic green, starlight blue, lumos lime, nebula blue dan comet red.

Model Jawa dibanderol sekitar 33 rupiah, Jawa 42 sekitar 31 juta rupiah dan Jawa Perak di angka 38 juta rupiah. Mau beli yang mana? [GP]

SHARE