Kembalinya Franz Ferdinand di Belantika Musik | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kembalinya Franz Ferdinand di Belantika Musik
Gading Perkasa | News

Buat yang senang mendengarkan musik rock, rasanya tidak asing lagi dengan nama Franz Ferdinand. Band satu ini sudah muncul sejak tahun 2002 silam.

wikimedia commons

Berasal dari daerah Glasgow, Skotlandia, Franz Ferdinand berhasil membuktikan bahwa musik rock asal British juga mampu merajai tangga lagu internasional. And, they sure did.

Salah Satu Band Bergenre post punk yang Cukup Populer
Awal kelahiran Franz Ferdinand dimulai ketika Alex Kapranos (vokalis utama, gitaris, dan keyboardist) dan Paul Thomson (drum, backing vocal) bertemu di sebuah pesta. Sejak saat itu, mereka lantas bersahabat dan main band bersama.

Pada waktu yang sama, Kapranos mengajari Bob Hardy (bassist) cara bermain bass. Kapranos juga bertemu dengan Nick McCarthy (rythm, keyboardist, backing vocal) yang baru pulang dari Jerman usai mempelajari bass bergenre jazz.

Meskipun telah membentuk Franz Ferdinand sejak tahun 2002, mereka baru menandatangani kontrak kerjasama dengan label rekaman setahun kemudian, yakni Domino Records.

Melalui label tersebut, Franz Ferdinand merilis sebuah EP berjudul Darts of Pleasure. Sambutan yang mereka dapat pun sangat positif, membuat mereka memperoleh julukan sebagai salah satu band beraliran post punk paling populer di kancah musik internasional.

Terinspirasi dari Archduke Ferdinand
Ketika mendengar Franz Ferdinand, sebagian orang mungkin teringat pada Archduke Ferdinand, pewaris kekaisaran Austria-Hongaria yang kematiannya disebut-sebut memicu terjadinya Perang Dunia I.

Namun, sejatinya Franz Ferdinand terinspirasi dari sebuah kuda bernama Archduke Ferdinand untuk pemberian nama band mereka. Barulah mereka berdiskusi tentang Archduke Ferdinand dari Austria dan berpikir bahwa nama itu bakal cocok dipakai.

Franz Ferdinand pernah menciptakan lagu berjudul Sophia yang terinspirasi dari peristiwa kematian Archduke Ferdinand. Bersama istrinya yang bernama Sophie, Archduke Ferdinand mati dibunuh pada tahun 1914.

Masih di lagu tersebut, mereka bahkan menyebutkan nama sang pembunuh, yakni Gavrilo Princip, yang merupakan anggota dari Black Hand, kelompok nasionalis Serbia.

Menariknya, pada tahun 2004, Franz Ferdinand mengadakan beberapa gigs rahasia menggunakan nama The Black Hands untuk menyindir organisasi tersebut.

Sampai sejauh ini, mereka sudah beberapa kali dinominasikan pada Grammy Awards dan juga memenangkan kategori Best British Group dari ajang Brits Awards. [GP]

SHARE