Wanita Bisa Menilai Kekayaan dari Wajah Anda | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Wanita Bisa Menilai Kekayaan dari Wajah Anda
Sopan Sopian | Works

Sebagai pria, Anda tidak bisa berpura-pura di depan wanita soal penghasilan Anda. Karena bagaimana pun, ketika Anda seolah-olah menjadi orang yang kaya untuk mendapatkan hati si dia, atau seolah-olah tak berpenghasilan lebih untuk menguji si dia, melalui wajah Anda, wanita bisa menilai kekayaan atau isi dompet Anda.

Kekayaan  - Male Indonesiapexels.com

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences, wanita dapat melihat pria lebih kaya. Hal itu terlihat bahwa pria yang kelihatan lebih kaya biasanya memiliki pola makan dan gaya hidup yang lebih baik.

“Kebaikan” itu tercermin pada penampilan. Maka dari itu dengan ciri penampakan kulit dan tampilan mata yang kelihatan berkilau, menandakan seseorang itu lebih kaya, dan akan menjadi perhatian lawan jenisnya (wanita).

“Yang dimaksud dengan 'berkilau' adalah daya tarik wajah yang secara signifikan dapat memprediksi penghasilan mereka," tulis studi tersebut seperti dikutip laman The Sun.

Selain itu, penelitian tersebut juga menyatakan bahwa, fitur wajah sanggup menyampaikan bagaimana perkembangan stabilitas hidup yang berkaitan dengan kelas sosialnya. Bahkan, tampaknya kaitan antara wajah dan kelas sosial itu akan lebih mudah ditebak jika wanita melakukannya pada wajah pria.

“Wanita kemungkinan besar bisa menebak secara akurat penghasilan seorang pria dibandingkan pada wanita,” tulisnya lagi.

Riset lain yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology mengungkapkan hasil yang serupa. Thora Bjornsdottir selaku pemimpin penelitian menyatakan bahwa wajah seseorang bisa menggambarkan status sosial ekonominya.

Bjornsdottir menuturkan bahwa, dalam membuktikan penelitiannya, ia dan rekan-rekannya meminta para partisipan untuk melihat sekumpulan foto yang menunjukkan wajah datar. Mereka harus menyampaikan penilaian mereka dalam waktu sangat cepat, apakah orang tersebut status ekonominya di atas rata-rata atau di bawah rata-rata. Lebih dari 53% menjawab dengan akurat.

Faktor seperti jenis kelamin, gaya rambut atau pakaian tidak dipertimbangkan di sini dan tidak mempengaruhi hasilnya. Ketika partisipan ditanya tentang alasan mereka menggolongkan seseorang termasuk kaya atau miskin berdasarkan wajahnya, mereka tidak bisa menjelaskannya.

"Partisipan memang tidak akan bisa mengatakan alasannya. Mereka hanya bisa melihat dan minlai tanpa harus menjelaskan alasannya, dan itu wajar," tutur Bjornsdottir. *** (SS)

SHARE