Eve Hewson, Sosok Menggoda Putri Vokalis U2 | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Eve Hewson, Sosok Menggoda Putri Vokalis U2
Sopan Sopian | News

Dalam Film Robin Hood 2018, ada satu pemain yang menarik perhatian. Ia adalah kekasih dari Robin Hood, Marian yang diperankan oleh Eve Hewson. Mengapa tidak, dalam film tersebut, Eve terlihat begitu cantik dan terlihat molek menggoda pria yang menontonnya.

Jika Anda baru mengenalnya lewat film tersebut, Eve Hewson adalah anak kedua dari pasangan Paul David Hewson alias Bono U2 dan Ali Hewson, seorang aktivis sekaligus pengusaha Irlandia.

Eve sebenarnya sudah cukup lama terjun ke dunia film layar lebar, yaitu sekitar tahun 2005. Namun, baru tahun ini namanya bisa muncul di film Hollywood berbujet maha besar, sekaligus berhasil meraih peran yang juga besar, yaitu sebagai Marian, kekasih Robin Hood yang diperankan oleh Taron Egerton.

Sejak 2005 memang Hewson sudah menjadi kesayangan para penonton, karena ia sangat cantik dan berbakat. Karena ia lahir di Dublin, Republik Irlandia, ia adalah wanita yang memiliki kulit putih yang indah. 

Selain itu, ia juga memiliki ukuran tubuh yang sempurna. Dan itu membuatnya menakjubkan dan menambah daya tarik seksnya. Karena itu pula, konon tak sedikit pria yang mencari gambar-gambar seksi dirinya.

Karier dalam Dunia Hiburan
Sebanarnya, Bono dan istrinya tak begitu setuju dengan pemilihan karier Hewson sebagai aktris bersama saudara. Debut akting pertamanya, ia main dalam film pendek Lost and Found (2205). Kemudian ia membuat debut panjang di tahun 2008 dalam The 27 Club. 

Pada tahun yang sama, Hewson mengambil bagian dalam program akting di New York Film Academy. Pada tahun 2010, ia muncul di video musik dan menyertai film pendek untuk band Irlandia, The Script's song "For the First Time".

Pada tahun 2011, Hewson muncul sebagai Mary (anak punk) di The This Must Be the Place karya Paolo Sorrentino. Dua tahun berikutnya, ia memerankan Yvonne dalam film thriller Blood Ties 2013. Pada bulan Juli 2013, Hewson bersama Jack Quaid dari The Hunger Games meminta penggemar untuk membantu mereka mendanai film baru bernama Roadies menggunakan crowdsourcing

Setelahnya, pada bulan September tahun yang sama, ia muncul dalam film komedi romantis "Enough Said" sebagai anak perempuan, James Gandolfini Albert. Kemudian di tahun selanjutnya (2014), ia mulai membintai serial telvisi milik Steven Soderbergh, The Knick. Pada bulan Oktober, 2015 ia berperan sebagai Carol Donovan dalam film Perang Dingin, Bridge of Spies.

Melansir laman upclosed.com, pada 2015 juga, bersama saudaranya yaitu Jordan Hewson, seorang aktivis sosial, ia meluncurkan perusahaan rintisan atau startup bernama "Speakable". Di mana orang bisa melakukan tindakan dengan menyumbang uang, menandatangi petisi atau mengikuti poling hanya dengan menekan tombol "action" online. 

Tak Menyukai Pesta
Kendati parasnya yang cantik dan glamour, nyatanya Eve Hewson justru ingin menjadi Tom Vruise versi wanita, yang selalu melakukan adegan-adegan berbahaya tanpa pemeran pengganti. “Saya suka melakukan adegan berbahaya. Saya ingin menjadi Tom Cruise versi perempuan,” ujarnya, dikutip The Sun Irish.

Menurut New York Post, dengan kepribadian yang santai dan kecerdasannya, Eve adalah bagian dari generasi baru yang bisa cepat diterima di Hollywood. Ia tidak suka pesta dalam karier yang sedang melaonjak. Eve Hewson diketahui lebih suka hidup sederhana.

Bintang muda itu mengaku lebih suka tinggal dan mengadakan pesta makan malam dengan kakak perempuannya, Jordan, dan teman-teman masa kecilnya yang tinggal di dekatnya.

Selain itu, ia juga mengaku lebih suka olahraga tinju meski itu tidak keren di mata orang banyak. “Saya adalah salah satu dari orang-orang yang suka tinju di klub Top 40. Saya tidak keren dengan cara itu, tapi saya tidak peduli. Saya telah berada di sana sepanjang hidup saya, jadi itu tidak membuat saya pergi,” ucapnya.

Bahkan, Eve Hewson juga mengaku tidak terlalu suka dipuji. Karena baginya ia dan keluarga tidak terlalu memuji satu sama lain. "Kami menunjukkan kasih sayang kami dengan mengolok-olok orang lain yang disebut slag," ucapnya.

Makanya, ia sedikit aneh ketika ia pindah ke  Amerika Serikat pada 2009 untuk bersekolah di Tisch School of The Arts di New York University, dia merasa aneh ketika banyak orang yang memujinya. *** (SS)

SHARE