Adat dan Aturan Saat Anda Mendaki Gunung Agung | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Adat dan Aturan Saat Anda Mendaki Gunung Agung
Sopan Sopian | Relax

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia. Pura Besakih, yang merupakan salah satu Pura terpenting di Bali.

Photo by Martin Garrido on Flickr

Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari puncak gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok.

Di luar itu, masyarakat Hindu Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat bersemayamnya dewa-dewa, dan juga masyarakat mempercayai bahwa di gunung ini terdapat istana dewata. Oleh karena itu, masyarakat Bali menjadikan tempat ini sebagai tempat kramat yang disucikan.

Sehingga banyak mitos-mitos yang berkembang. Mitos-mitos yang beredar itu membuat para pendaki harus berhati-hati. Kalau tidak, bisa-bisa celaka. Nah, untuk itu masyarakat sekitar punya aturan larangan saat mendaki Gunung Agung.

Mendaki Tanpa Pemandu
Para pendaki dilarang naik ke puncak Gunung Agung tanpa pemandu. Jika ada hal buruk terjadi misalnya pendaki meninggal maka akan dilakukan upacara penyucian gunung. Selain itu, pemandu akan dapat memberi informasi aturan tak tertulis selama pendakian.

Membawa Daging Sapi
Larangan bagi pendaki Gunung Agung lainnya adalah membawa daging sapi ataupun makanan olahan mengandung daging sapi. Sebab, masyarakat Bali yang dominan umat Hindu menganggap sapi adalah hewan mulia dan suci. Sebetulnya, tak hanya di Gunung Agung, seluruh umat Hindu memang tidak diperkenankan makan daging sapi.

Mendaki Saat Ada Upacara Keagamaan
Larangan ketiga yaitu dilarang mendaki saat ada upacara keagamaan. Di Gunung Agung terdapat satu pura besar, Pura Besakih. Saat ada upacara keagamaan, pendaki tidak diperkenankan naik ke Gunung Agung. 

Sebab, tidak boleh ada orang yang posisinya lebih tinggi dari Pura Besakih. Sebagai tambahan informasi, larangan untuk berdiri maupun duduk di tempat yang lebih tinggi daripada palinggih di pura ini berlaku untuk semua pura.

Membawa Makanan Berjumlah Genap
Jumlah ganjil memang dipercaya memiliki hubungan dengan makhluk halus. Hal ini tetap ada hubungannya dengan mitos yang beredar dalam agama Hindu. Sebagian orang percaya, jumlah ganjil ini akan membawa celaka. Hal terburuknya adalah salah seorang dari pendaki bisa meninggal.

Mengambil Air Suci
Gunung termasuk benda-benda yang disucikan oleh masyarakat Hindu. Termasuk sumber mata air darinya. Masyarakat menggunakan air ini untuk kegiatan ibadah di pura. Oleh karenanya, masayarakat umum dilarang menggunakan air tersebut. Konon, jika ingin menggunakan air tersebut, pendaki harus bersembahyang dulu di pura. *** (SS)

SHARE