Alasan Mengapa Pria Sulit Bersahabat Dengan Wanita | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Alasan Mengapa Pria Sulit Bersahabat Dengan Wanita
Sopan Sopian | Relationships

Bisakah pria dan wanita berteman? Tentu kebanyakan orang akan menjawab bisa. Berteman bisa dengan siapa saja tanpa harus membeda-bedakan jenis kelamin. Tetapi kenyataannya, hubungan pertemanan antara pria dengan wanita tidak semudah yang dibayangkan.

Photo by Davids Kokainis on Unsplash 

Begitu juga apa yang dikatakan pakar hubungan Mark Matausek dalam laman Psychology Today. Menurutnya ketika persahabatan platonik (keintiman emosional tanpa keintiman romantik/seksual) tersebut dibiarkan menjadi liar dan garang, maka seseorang tak ubahnya sedang memegang tali pengikat binatang buas.

"Dengan kata lain, tidak mudah memelihara hubungan platonik dengan lawan jenis. Hubungan tersebut bisa berubah menjadi hubungan romantis, namun kekuatannya bergantung pada seberapa kuat persahabatan keduanya," kata Matousek.

Dua sahabat platonik terkadang bisa saja bersikap posesif satu sama lain. Bila mereka sedang tidak bersama, hati mereka seperti bisa bertelepati dan merasakan perasaan satu sama lain. Ini wajar terjadi. Jika suatu hari Anda kehilangan sahabat platonik Anda, rasanya akan sama seperti kehilangan anggota keluarga terdekat.

Namun, sulitnya persahabatan antara pria wanita, faktor kunci persahabatan menjadi tidak murni adalah pria. Wanita bisa saja mempertahakan persahabatan itu, karena dalam kajian psikologi evolusi, wanita adalah makhluk sosial yang senantiasa mengelilingi dirinya dengan banyak sahabat pria agar lebih terlindung dari bahaya. 

Itu sebabnya wanita bisa santai menjalani hubungan platonik. Sedangkan pria, memiliki sistem psikologi yang agak berbeda. Persahabatan pria dan wanita adalah comfort zone yang sulit bertahan platonik untuk waktu lama, walau bisa saja awalnya murni demikian. 

Wanita ingin santai selamanya dalam comfort zone, pria justru gatal menggunakan comfort zone sebagai batu loncatan untuk ke zona-zona lainnya. Itulah yang akan terjadi, dan normal. Kecuali sang wanita tidak begitu cantik dalam pandangan pria. Lalu bagaimana cara membatasinya?

Matousek menuturkan, pertama ceritakan apa yang Anda rasakan kepada sahabat Anda. Kedua, setelah dia mengetahuinya, tetapkan batasan bersama. Ketiga, menahan diri melakukan kontak fisik dengan sahabat, apakah itu pelukan, pegangan tangan, bahkan ucapan yang menjurus ke arah hubungan lebih serius. Keempat, menahan diri membahas hal-hal di luar kepentingan bersama. *** (SS)

SHARE