Line Mulai Fokus di Teknologi Kecerdasan Buatan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Line Mulai Fokus di Teknologi Kecerdasan Buatan
Gading Perkasa | Digital Life

Line Corporation dan aplikasi pesan singkat mereka mulai serius pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Jika sebelumnya mereka sudah mengenalkan speaker pintar bernama Clova AI, kini teknologi tersebut makin dikembangkan.

Photo by Gading Perkasa/Male Indonesia

Menurut Chief Technology Officer (CTO) Line, Park Ibin, Line memang awalnya merupakan sebuah aplikasi chatting yang menghubungkan orang dengan orang.

“Namun seiring perkembangannya, kami hadirkan berbagai konten lain, salah satunya didukung kecerdasan buatan,” kata Park di acara Line Developer Day 2018 di Tokyo, Jepang.

Ia mengatakan, teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Line tidak hanya diadopsi oleh engineer perusahaan, melainkan juga terbuka untuk para developer.

“Saat ini kami memiliki banyak API (application programming interface). Banyak developer bisa bergabung ke API Line. Dengan demikian, pengalaman pengguna pun bisa berkembang karena ekosistem bersifat publik,” ujar dia.

Senior Executive Officer Head of Service Development Line, Tomohiro Ikebe menjelaskan, teknologi AI pada Line nantinya bisa meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses Line. Akan semakin banyak layanan Line yang dirasakan manfaatnya oleh pengguna.

Adapun pengembangan kecerdasan buatan yang dimaksud meliputi asisten suara (voice assistant), dimana telah diaplikasikan pada speaker pintar bernama Clova AI.

“Clova AI menggunakan teknologi pengenalan suara yang bisa mengenali perintah suara manusia lalu meresponnya. Kami terus mengembangkan dan mengombinasikan AI ini dengan berbagai hal,” tutur Ikebe.

Di dalam aplikasi Line, sejatinya pengguna juga sudah merasakan pemanfaatan AI. Ikebe mencontohkan, salah satunya yaitu fitur Line Today.

“Dengan AI, kami bisa mengembangkan personalisasi agar sesuai dengan ragam berita yang ingin dibaca pengguna,” ucapnya.

Contoh lain adalah fitur Line bernama Shopping Lens. Jika ditelaah, fitur ini memang belum ada di aplikasi Line Indonesia, namun penggunaannya cukup menarik.

Teknologi yang dipakai adalah pengenalan gambar. Ikebe mencontohkan saat seorang pengguna hendak berbelanja baju warna kuning, ia hanya perlu mengarahkan kamera ke pakaian yang memiliki warna tersebut. AI akan mengenali gambar dan pengguna diarahkan ke produk baju-baju berwarna kuning.

Bahkan ia juga menyebutkan, AI diterapkan Line dalam Line Video Call, membaca wajah pengguna, kemudian bisa mengubahnya dengan filter berbagai tokoh, salah satunya Cony. Alhasil, saat sedang melakukan video call, lawan bicara akan melihat sebagai Cony atau tokoh lain yang ia pilih. [GP]

SHARE