Penyesalan Karier Sepak Bola Giuseppe Bergomi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Penyesalan Karier Sepak Bola Giuseppe Bergomi
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Legenda hidup sepak bola Italia, Giuseppe Bergomi, mengungkapkan salah satu penyesalan terbesarnya saat berkarier sebagai pemain. Setidaknya, ada dua momen yang membuat mantan punggawa Inter Milan itu ingin memutar waktu dan kembali bermain lagi.


wikimedia commons

Yang pertama adalah kekalahan Italia di babak semifinal Piala Dunia 1990 dari Argentina, saat Giuseppe Bergomi dan rekan-rekannya berstatus sebagai tuan rumah dan sangat difavoritkan menjadi juara.

Namun, pada empat besar, mereka bertemu tim Tango yang diperkuat Diego Maradona. Sedangkan laga berlangsung di San Paolo, Naples, tempat dimana Maradona diperlakukan sebagai ikon terbesar suporter setempat.

Giuseppe Bergomi menilai, terbelahnya dukungan suporter menjadi salah satu faktor kegagalan Gli Azzurri merengkuh trofi Piala Dunia.

“Ada dua pertandingan dalam karier saya, yang ingin saya mainkan lagi. Pertama yaitu semifinal Piala Dunia 1990 melawan Argentina. Pada situasi tersebut, saya lebih memilih bermain di Roma, sebab ada atmosfer fantastis di sana, daripada di Naples,” kata dia.

“Maradona luar biasa di atas lapangan, dan jangan lupa pada waktu itu setiap pemain belakang diizinkan untuk memberi penyerang lawan ‘tendangan’. Tidak seperti saat ini, mereka dilindungi dan Anda tidak bisa menyentuh mereka,” katanya lagi.

Ditambahkan olehnya, bahwa sepak bola telah sepenuhnya berubah. Maradona tidak pernah berkata apapun saat ditendang. Ia hanya beranjak bangun dan kembali bermain.

“Bagaimanapun juga, ada atmosfer aneh di stadion tersebut. Sangat berbeda dengan yang kami rasakan di Roma. Italia melawan Argentina adalah pertandingan internasional, para suporter seharusnya hanya mendukung Italia, namun saat itu terasa aneh,” tuturnya.

Pertandingan itu berakhir sama kuat, 1-1 setelah waktu normal dan babak tambahan. Argentina pada akhirnya keluar sebagai pemenang melalui drama adu penalti, meski gagal menjadi juara karena kalah dari Jerman Barat di final. Sementara Italia menempati posisi ketiga dengan menekuk Inggris.

“Pertandingan lainnya adalah waktu Inter Milan melawan Bayern Munich, kami kalah 3-1 setelah menang 2-0 pada leg pertama berkat dua gol Nicola Berti di Olympia Stadion,” aku Bergomi. [GP]

SHARE