4 Mitos Robin Hood yang Dipercaya Hingga Kini | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
4 Mitos Robin Hood yang Dipercaya Hingga Kini
Sopan Sopian | Story

Robin Hood adalah tokoh dalam cerita rakyat Inggris. Ia adalah seorang bangsawan yang menjadi musuh Sheriff of Nottingham atau Prince John, melawan pejabat yang korupsi untuk kepentingan rakyat.

Pixabay.com

Walaupun dikenal sebagai legenda atau cerita rakyat tetapi banyak pihak yang mengklaim bahwa Robin Hood bukan sekedar tokoh rekaan semata melainkan sosok nyata yang ada dalam sejarah. Hal itu karena disebut-sebut beberapa nama ada kemiripan dengannya juga ada sebuah makam yang dipercaya merupakan tempat peristirahatan terakhirnya.

Melansir laman Historyexta, ternyata itu mitos belaka. Robin Hood benar-benar tokoh fiksi yang menjadi ambisi populer di zamannya. Robin (atau Robert) Hood (alias Hod atau Hude) adalah julukan yang diberikan kepada penjahat kecil dari pertengahan abad ke-13. 

Kendati dikenal juga bahwa Robin adalah 'perampok', tetapi tidak ada penulis kontemporer mengacu bahwa Robin Hood adalah penjahat terkenal yang dikenal hari ini. Mengapa ada mitos itu, karena memang ada orang-orang seperti Robin Hood.

Namun, mereka menjadi buronan pemerintahan dan membantu rakyat kecil, sehingga buronan ini sebagian besar dikagumi oleh yang tertindas. Cerita lain pun mengungkapkan bahwa ada beberapa orang yang memang di zamannya mengilhami legenda Robin Hood, tetapi ia tidak disebut Robin Hood sejak lahir, atau bahkan semasa hidupnya. 

Sehingga banyak yang mengklaim bahwa Robin Hood adalah orang yang nyata. Tapi itu adalah salah satu mitos tentang Robin Hood dari empat mitos lain berikut ini. 


Photo by Thuresson on Wikipedia

Robin Hidup Selama Masa Pemerintahan Richard the Lionheart
Robin Hood sering digambarkan sebagai musuh Pangeran John yang ambisius dan sekutu saudaranya, Richard I yang dipenjara (1189-99), tetapi cerita itu hanya dibawa oleh para penulis Tudor pada abad ke-16.

Meski tidak diyakini secara pasti, namun Robin Hood telah diidentifikasi hidup pada masa pemerintahan Edward II (1307-27), dan, lebih mungkin, sebagai pendukung tertolak dari Simon de Montfort, yang dibunuh di Evesham pada 1265. Yang lebih pasti, Robin telah menjadi mitologi populer pada saat William Langland menulis The Vision of Piers Ploughman pada tahun 1377. 

Robin Hood Perampok Orang Kaya untuk Orang Miskin
Sejarawan Skotlandia John Major pada tahun 1521 menulis bahwa (Robin) melindungi para wanita dari bahaya, atau menyita barang orang kaya untuk diberikan kepada orang miskin. 

Namun, beberapa balada (sajak lama sederhana yang mengisahkan tentang cerita rakyat) tertulis sekitar tahun 1492–1510 justru Robin adalah orang miskin yang banyak melakukan kebaikan tanpa ada embel-embel "perampok".

Robin adalah Bangsawan Miskin
Robin Hood memang dikenal adalah seorang bangsawan, tapi miskin. Namun ternyata itu tidak ada dasar yang kuat. Dari bala awal, Robin adalah seorang pengikut, bukan bangsawan. 

Ide Robin adalah seorang bangsawan muncul dari John Leland, seorang yang menulis di tahun 1530-an, ia menuliskan Robin sebagai eksis nobilis, seorang penjahat yang luhur, yang berarti, dalam semua kemungkinan, bahwa ia berpikiran tinggi (bangsawan). 

Dan pada tahun 1569 sejarawan Richard Grafton mengklaim telah menemukan bukti dalam "pamflet kuno" bahwa Robin telah "maju ke martabat seorang earl" karena "kedewasaan dan kesatriaannya", sebuah ide yang kemudian dipopulerkan oleh Anthony Munday dalam dramanya The Downfall of Robert, Earl of Huntington, dan The Death of Robert, Earl of Huntington (ditulis pada 1598).

Robin Menikahi Maid Marian di Gereja St Mary di Edwinstowe
Maid Marian telah menjadi bagian dari cerita Robin Hood, namun pada dasarnya dia adalah subyek dari serangkaian balada yang terpisah. Pasalnya, Robin dan para penjahat dari kisah-kisah awalnya, tidak memiliki istri atau keluarga. *** (SS)

SHARE