Kesalahan yang Biasa Dilakukan Oleh Vlogger | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kesalahan yang Biasa Dilakukan Oleh Vlogger
Sopan Sopian | Digital Life

Sebagai vlogger pemula memang masih banyak yang harus dipelajari. Hal ini tentu untuk keberhasilan kegiatan vlogging yang Anda lakukan. Sehingga video yang Anda buat pun menarik perhatian publik untuk ditonton, dan channel Anda pun banyak diikuti.

Photo by Thomas William on Unsplash

Namun, banyak vlogger pemula yang ingin cepat eksis, sehingga berbagai cara pun dilakukan. Tetapi dari banyak cara ini, masih banyak yang terabaikan, sehingga yang seharusnya tidak dilakukan justru dilakukan. Lalu kesalahan apa saja yang sebenarnya harus dihindari oleh vlogger pemula?

1. Mengemis Views dari Channel YouTube Lain
Saat berselancar di Youtube, mungkin kerap kali Anda menyoroti komentar setelah menonton video. Komentar yang mengatakan hal-hal seperti, “Hai! Lihat video saya! Anda akan menyukainya” mungkin pernah Anda temui. Jangan lakukan ini, karena cukup menyebalkan bagi pembuat konten dan penggemar lainnya dan itu dapat menjadi boomerang bagi Anda.

Sebaliknya, buka saluran YouTube pembuat konten lain, tonton videonya, dan tinggalkan komentar yang berharga. Jika, berkontribusi dalam percakapan dengan cara yang elegan, orang-orang otomatis akan penasaran dengan channel Anda.

2. Tidak Menghubungkan ke Media Sosial
Banyak vlogger pemula yang beranggapan bahwa mempromosikan saluran hanya melalui platform YouTube saja.Ini merupakan kesalahan besar, pasalnya membangun kehadiran yang kuat di media sosial mampu memperkuat jangkauan channel dalam jumlah yang lebih besar.

Caranya adalah Anda harus menautkan ke halaman media sosial dan profil Anda di saluran YouTube. Lakukan ini di halaman "tentang" dan deskripsi video. Selain itu, cobalah untuk menyertakan tautan anotasi dalam video ketika menyebutkan akun Facebook, Twitter, atau Instagram di akhir video.

3. Tidak Berinteraksi dengan Audiens
Hal yang paling harus diingat, vlog merupakan platform yang sangat interaktif. Dalam menyiasati hal ini, anggaplah kamera menjadi teman. Sehingga saat berbicara di depan kamera, Anda bisa berbicara dengan santai dan spontan layaknya berkomunikasi dengan teman. Selain itu, cobalah ajukan pertanyaan kepada pemirsa.Selain itu, tanggapi komentar yang mereka tinggalkan dan ikuti jajak pendapat untuk video selanjutnya.

4. Tidak Punya Rencana
Akhirnya, kesalahan paling harus dihindari adalah tidak punya rencana dan tanggung jawab terhadap channel Youtube. Jadi, cobalah untuk membuat sasaran kecil hingga besar untuk Youtube channel Anda. Seperti misalnya, mengatur jadwal kapan tepatnya harus mengunggah video YouTube, serta teknik pemasaran lain yang harus diterapkan.

5. Tidak Konsisten
Menjadi konsisten memang sangat penting untuk mencapai kesuksesan seseorang, tak terkecuali dalam mengelola saluran YouTube. Anda harus menghindari membuat konten acak atau tanpa tema yang jelas dan frekuensi upload video yang tidak teratur.

Semua YouTuber top menjalankan saluran mereka pada jadwal upload yang konsisten dan mereka semua terlibat secara konsisten di media sosial. Semakin konsisten Anda dari awal, semakin baik. *** (SS)

SHARE