Vegetarian dan Vegan, Serupa Tapi Tak Sama - Male Indonesia
Vegetarian dan Vegan, Serupa Tapi Tak Sama
Gading Perkasa | Sex & Health

Sejak 1 November 1994, Hari Vegetarian Sedunia dirayakan untuk menyebarkan semangat vegetarian ke berbagai penjuru. Gaya hidup ini dinilai membawa manfaat dari segi etika, lingkungan, kemanusiaan, dan tentunya kesehatan.

Photo by James Harris on Unsplash

Di samping istilah vegetarian, muncul pula istilah vegan. Sebagian besar orang sering mengira vegan sebagai akronim dari vegetarian. Memang, vegetarian dan vegan memiliki sejumlah persamaan, namun tidak benar-benar sama.

Vegetarian Society mendefinisikan vegetarian sebagai gaya hidup yang dijalani oleh seseorang. Menu makanannya yaitu biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, buah, jamur, dan beberapa makanan non-hewani lainnya seperti garam dengan atau tanpa produk susu, madu dan telur.

Seorang vegetarian tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari tubuh hewan hidup atau mati seperti daging, unggas, dan ikan.

Gaya hidup vegetarian memiliki beberapa tipe, salah satunya vegan. Tipe pertama yakni lacto ovo vegetarian, memakan produk susu dan telur. Diet jenis ini paling umum dijalani.

Jenis berikutnya yakni lacto vegetarian, memakan produk susu tetapi menghindari telur. Ada pula jenis ovo vegetarian, mengonsumsi telur tetapi tidak untuk produk susu.

Sedangkan, tipe vegan dianggap paling ketat dan ekstrem. Diet ini tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali, termasuk susu dan telur.

Berdasarkan definisi Vegan Society, vegan adalah cara hidup yang berusaha menghindari semua bentuk eksploitasi dan kekejaman hewan sebanyak mungkin.

Karena itu, pola makan vegan tidak cuma menjauhi daging hewan, melainkan juga susu, telur, dan bahan-bahan lain dari hewan. Termasuk gelatin, madu, pepsin, lak, albumin, kasein, dan beberapa bentuk vitamin D3.

Dikutip dari Healthline, vegetarian dan vegan menghindari asupan hewani karena alasan yang sama. Perbedaan terbesar terletak pada sejauh mana produk hewani itu diterima.

Sederhananya, vegetarian masih toleransi pada beberapa produk seperti susu dan madu, tapi vegan memilih menghindari seluruh produk tersebut.

Dari segi nutrisi, penelitian menunjukkan, diet vegetarian dan vegan cenderung rendah lemak jenuh dan kolesterol, tinggi vitamin, mineral, serat, dan senyawa tanaman sehat.

Akan tetapi, diet keduanya rendah asupan nutrisi zat besi, kalsium, seng, dan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kandungan jumlah vitamin B12 dan asam lemak omega-3 juga terbatas. Penelitian menemukan, orang yang menjalani diet vegan cenderung memiliki massa tubuh (BMI) lebih rendah dibanding vegetarian.

Menurut laporan Academy of Nutrition, baik diet vegetarian maupun vegan dianggap tepat selama direncanakan dengan baik. Hanya saja, kurangnya asupan asam lemak, kalsium, vitamin D, dan B12 dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental. [GP]

SHARE