Startup: Bisnis Produk Kulit yang Menjanjikan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Startup: Bisnis Produk Kulit yang Menjanjikan
Gading Perkasa | Works

Bisnis produk kulit bisa mendatangkan keuntungan besar. Namun, hal itu butuh perjuangan panjang. Seringkali, mereka yang mencobanya justru menemui jalan buntu.

Photo by Gading Perkasa/Male Indonesia

Sebagai pemilik brand d’Russa, Rusdi Raisa menceritakan betapa kerasnya usaha yang ia lakukan agar produk kulit buatannya bisa menarik perhatian konsumen.

“d’Russa dicetuskan pada 2006. Saya menggeluti bisnis produk kulit karena kondisi keterbatasan biaya kuliah di Bandung. Mau tidak mau, saya harus membuka usaha,” katanya kepada MALE Indonesia.

Dari modal sebesar 50 ribu rupiah, ia membuat 70 casing ponsel berbahan kulit. Masing-masing dijual seharga 40 ribu - 50 ribu rupiah. Menurutnya, teman-teman di kampus tempatnya kuliah sangat tertarik, dan produknya laku keras.

“Pembuatannya agak lama, karena prosesnya handmade. Tapi dari situlah, produk saya dikenal luas dan saya mulai ikut serta di pameran yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2007,” tutur dia.

Seiring berjalannya waktu, permintaan akan produk kulit terus meningkat. Jumlah karyawan pun bertambah, dari satu orang menjadi 31 orang. Brand d’Russa resmi lahir pada 2011, dan toko fisik pertamanya di Epiwalk, Kuningan, Jakarta berdiri setahun kemudian.

Menariknya, dalam bisnis d’Russa, sampai detik ini Rusdi terbebas dari pinjaman modal. Bahkan tidak pernah terbesit olehnya untuk bekerja sama dengan pihak manapun. Ia mengaku, bisnis adalah seni yang sebaiknya dinikmati sendiri.

 

View this post on Instagram

A post shared by drussa leather goods (@drussaleather) on Nov 1, 2018 at 2:07am PDT

Apa saja produk yang ada di d’Russa? Ia menyebutkan, semua produk kulit berkualitas dihadirkan, meliputi tas, dompet, dan aksesoris. 70% dari produknya ditujukan bagi kaum adam. Harganya pun cukup bersaing. Sebagai contoh, tas ransel pria dijual mulai 800 ribu - 4 juta rupiah.

“Bedanya d’Russa dari pesaing adalah, saya mempelajari terlebih dahulu karakteristik konsumen dan pesaing saya. Termasuk bagaimana menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, dan tepat waktu,” aku Rusdi.

Meski telah mempunyai toko fisik, ia tidak menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Dijelaskan Rusdi, dirinya sudah berupaya memasarkan produk d’Russa di media sosial seperti Instagram.

“Di situ, saya belajar dari pebisnis lain. Seperti mencantumkan hashtag, caption, dan membuat foto produk yang benar untuk berjualan di Instagram. Akhirnya, pendapatan satu hari d’Russa dari Instagram bisa mencapai 8 juta rupiah,” ujarnya.

 

View this post on Instagram

A post shared by drussa leather goods (@drussaleather) on Oct 1, 2018 at 9:07pm PDT

Setiap tahun, ada peningkatan omset cukup signifikan dari bisnis yang dijalankan Rusdi. Ia menyebut, jumlah produk yang terjual sudah tak terhitung lagi. Bahkan total omset yang didapat hampir menyentuh angka 30 miliar rupiah.

Dan seperti bisnis pada umumnya, ia mengaku menemui sejumlah kendala. “Awal saya berbisnis hanya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Keluarga juga tidak mendukung, menganggap bisnis adalah hal yang berisiko. Tapi saya tak ada pilihan mundur, barangkali itu yang bikin saya bisa survive,” ucap Rusdi.

“Beruntung, membangun kepercayaan konsumen tak terlalu sulit. Karena d’Russa punya toko fisik yang sudah dikenal. Saya pun sering berpartisipasi di pameran-pameran yang diselenggarakan Pemkot Bandung dan beberapa Kementrian,” ucapnya lagi.

 

View this post on Instagram

A post shared by drussa leather goods (@drussaleather) on Oct 11, 2018 at 1:31am PDT

Bagi Rusdi, kunci suksesnya di d’Russa adalah tidak terpaku pada omset. Ia ingin agar bisnis bisa dinikmati, layaknya menciptakan lukisan indah.

Di masa mendatang, ketika d’Russa sudah benar-benar stabil, ia berniat membuka bisnis baru di bidang produk bumi, seperti kopi dan cengkeh. “Sekarang sudah ada rencana itu, tapi mewujudkannya mungkin sekitar 4 atau 5 tahun dari sekarang,” tuturnya.

Pesan terakhir Rusdi kepada siapa saja yang ingin memulai usaha, yaitu menyiapkan mental dan selalu belajar. “Jangan pernah memikirkan untung dan rugi. Berjuang dan ambil ilmu dari mereka yang sudah sukses lebih dulu,” katanya menjelaskan kepada MALE Indonesia. [GP]

SHARE