Tenang! Ini Cara Atasi Cemas di Kencan Pertama - Male Indonesia
Tenang! Ini Cara Atasi Cemas di Kencan Pertama
MALE ID | Relationships

Kendati Anda telah memiliki banyak mantan, terkadang masih memiliki rasa cemas bahkan gugup hingga kebingungan saat ingin kencan dengan wanita baru. Bingung untuk mengenakan pakaian seperti apa agar terlihat baik, topik apa nanti yang akan dibahas agar tetap terhubung, dan sebagainya.

Photo by Antonio DiCaterina on Unsplash

Saat Anda mengalami kecemasan ketika ingin kencan dengan wanita baru, itu adalah normal. Dan mungkin itu mungkin akan membawa Anda pada permainan yang sempurna ketika duduk bersama di sebuah tempat kencan. Tetapi jika Anda terlalu khawatir setiap kali Anda bertemul dengan seseorang yang baru, itu mungkin menjadi pertanda bahwa orang yang Anda temui bukan orang yang terbaik untuk Anda. 

Kecemasan dapat Memprediksi Kegagalan
Bagi sebagian pria memang akan merasakan kecemasan atau gugup untuk beberapa kali ketika bertemu dengan calon pasangan baru. Namun, ketika beberapa kali bertemu seharusnya sudah tidak lagi merasa cemas dan canggung. 

Sehingga kencan makan malam tidak seperti momen interogasi atau wawancara kerja. Hanya bertanya satu arah. Di sana Anda akan terlihat stres di hadapan wanita yang Anda ajak kencan. Dan dia akan merasa tidak nyaman. Kecemasan yang terus-menerus seperti itu tidak memprediksi hubungan yang sukses.

Karena dalam jangka panjang, tidak ada wanita yang menginginkan bersama dengan pria yang terus menciptakan ketidaknyamanan. Kendati wajar ingin membuat kesan yang baik saat kencan pertama, tetapi ketika Anda terlalu sadar diri, Anda tidak menikmati hubungan bagaimana seharusnya. 

Artinya ketika Anda terus menerus merasakan cemas, gugup, dan stres dihadapan calon pasangan baru, berarti itu memprediksikan kedepannya kencan Anda akan gagal.

Kecemasan Bagian dari Emosional, Sehat atau Berbahaya?
Melansir laman psychologytoday, rasa semangat yang ditimbulkan dan dibarengi dengan kecemasan, tidak menjamin timbal balik, dan harapan yang Anda inginkan sebelum menmui calon pasangan Anda, tidak akan menciptakan chemistry. 

Dengan kata lain, antusiasme atau kegembiraan ingin bertemu yang menggebu bukanlah standar untuk menilai apakah Anda berada dalam hubungan yang sehat atau tidak. Mackinnon dkk, dalam “Caught in a Bad Romance” (2012) mencatat bahwa kekhawatiran perfeksionis dalam diri, seperti benar-benar memeriksa kesempurnaan dalam diri dan reaksi antusiasme (kegembiraan), serta takut terhadap kegagalan yang dirasakan, akan menciptakan kerentanan terhadap depresi.

Untuk dapat terlpas dari kekhawatiran perfeksionis, kecemasan, dan takut akan kegalanan saat ingin bertemu pasangan baru, kuncinya adalah beajar mengenali perbedaan antara tergila-gila dengan si dia dan keterikatan.

Perbedaan Antara Tergila-gila dan Tertarik
Penelitian yang dilakukan oleh Langelag dkk (2013), memperkenalkan metode pengukuran antara tergila-gila dengan keterikatan dalam hubungan romantis. Menurutnya, tergila-gila menciptakan perasaan negatif seperti kecemasan, ketidakamanan, atau kegelisahan.

Keterikatan, sebaliknya, mengurangi perasaan negatif. Sementara para penulis mengakui bahwa tergila-gila dikaitkan dengan tingkat gairah yang lebih tinggi dan bahkan euforia, itu adalah pedang bermata dua. 

Kemudian, tingkat kegilaan dan keterikatan akan berubah seiring waktu ketika hubungan itu berkembang. Langelag memaparkan, ketika hubungan berlangsung, rasa tergila-gila umumnya menurun ketika keterikatan meningkat.

Mengatasi Kecemasan
Solusi dalam memecahkan masalah tersenbbut, Wendy L. Patrick, Ph.D., penulis "Red Flags" menuliskan bahwa Anda harus tetap berhubungan dengan perasaan Anda sendiri ketika Anda ingin beretemu pasangan baru. Ini akan memungkinkan Anda untuk memilih seseorang yang membuat Anda merasa percaya diri, tidak merasa tidak aman (cemas). *** (SS)

SHARE