Alat Bantu Seks, dari Simbol Hingga Obat Histeria - Male Indonesia
Alat Bantu Seks, dari Simbol Hingga Obat Histeria
MALE ID | Story

Alat bantu seks yang lebih dikenal denan sex toys sudah banyak menjadi "teman keseharian" masyarakat modern. Mereka yang banyak menghabiskan waktunya dengan menikmatinya sendiri adalah konsumen tertinggi alat bantu seks ini. Lalu sejak kapan sex toys ini ada?

alat bantu seks pixabay.com

Menurut catatan sejarah, alat bantu seks ini sudah ajak sejak sekitar 35.000 taun lalu. Masa di mana sudah ada bentuk patung perempuan yang disimbolkan sebagai dewi kesuburan. PAtung yang terbuat dari kayu itu berbentuk tubuh wanita tanpa wajah dengan buah dada besar, kelamin serta paha dan bokon yang juga besar. Patung ini ditemukan pada tahun 2008 di senuah gua di kawasan Stuttgart, Jerman.

Sebuah benda dari batuan dengan panjang 20 cm berusia lebih dari 28.000 tahun juga ditemukan di sebuah gua di Jerman. Hal ini diungkapkan ujar Professor Nicholas Conard dari Department of Early Prehistory and Quaternary Ecology, Tubingen University sebagai bentuk represntasi simbol dari alat kelamin pria dan juga bisa digunakan sebagai alat pemecah batu-batuan.

alat bantu seks Thomas Cat/flickr.com

Lalu pada tahun 500 sebelum masehi, ditemukan sebuah relief Yunani yang menjadi gambaran adanya perdagangan dildo yang dijual kepada para wanita kelas atas yang sedang dilanda kesepian. Diungkapkan pula dalam catatan sejarah bahwa pada masa itu para wanita Yunani kerap menyebarkan cinta kasih dengan memberi hadiah benda bernama Olisboses, semacam dildo kepada temannya yang sedang ditinggal oleh suaminya yang berperang atau meninggal.

Sekitar tahun 1200 Mesehi, pada masa Dinasti Jin dan Song di China, para pria memanfaatkan kelopak mata dan bulu mata kambing untuk membuat cincin penis agar mencapai kenikmatan seksual. Dipercaya bahwa cincin tersebut dapat membuat pria mempertahankan ereksinya dan tentunya menjadi lebih kuat, sekaligus menstimulasi wanita dengan bulu matanya.

pixabay.com pixabay.com

Istilah dildo sendiri sebenarnya mulai dikenal pada abad 14. Alat bantu seks ini terbuat dari kayu atau kulit hewan dan digunakan dengan memakai minyak zaitun sebagai pelicinnya. Lalu berlanjutlah di tahun 1750 muncul beberapa variasi alat bantu seks yang dinamakan masochism serta bondage seperti penutup mata, borgol, cemeti, hingga penjepit puting payudara.

Di tahun 1869 Dr. George Taylor menjadi seseorang yang dianggap pencipta alat bantu seks vibrator dengan menggunakan tenaga uap. Alat ini awalnya dibuat untuk mengobati histeria yang dialami para wanita zaman Victorian dengan gejala kelelahan, emosional, berfantasi seks dan merasa sakit di area vagina. Dan sejak tahun 1920-an akhirnya vibrator dijadikan salah satu alat bantu pemuas seks dan juga berkembang hingga sekarang dengan menggunakan tenaga listrik dan beberapa variasi bentuk.**MALE

SHARE