Waduh! Duduk Bisa Sama Buruknya Dengan Merokok - Male Indonesia
Waduh! Duduk Bisa Sama Buruknya Dengan Merokok
Sopan Sopian | Sex & Health

Duduk adalah salah satu aktivitas sehari-hari yang tak bisa dilepaskan. Baik itu saat bekerja, nongkrong, santai di depan televisi, hingga untuk menarik hati wanita saat kencan. Sayangnya seperti telah banyak diketahui, bahwa duduk terlalu lama memiliki ancaman bagi kesehatan.

Photo by rawpixel on Unsplash

Ancam kesehatan terlalu banyak duduk ini justru mengerikan. Bahkan, risiko negatif bagi kesehatan dari terlalu lama duduk bisa disejajarkan dengan risiko kebiasaan merokok. "Sitting is the new smoking (duduk merupakan bentuk merokok yang baru)," ungkap dokter Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia Asian Games 2018 dr Grace Joselini.

Tentunya itu bukan tanpa alasan. Grace mengatakan kegiatan duduk hanya membakar sedikit kalori yaitu 1 kkal per menit. Jumlah ini tentu tidak sepadan dengan beragam makanan yang mungkin dikonsumsi selama seseorang melakukan aktivitas sambil duduk.

Lebih lanjut, duduk dalam waktu tiga jam saja sudah dapat membuat pembuluh darah menyempit dengan cukup signifikan. Pembuluh darah yang menyempit dapat berimbas pada terjadinya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Jika sudah terkena salah satu dari dua penyakit ini, masalah kesehatan yang lebih serius bisa mengenai beragam organ di dalam tubuh. "Kena ke semua organ, ke jantung, ke ginjal, ke semua," jelas dr. Grace.

Kebiasaan duduk lebih dari enam jam yang dilakukan terus-menerus selama dua minggu juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Peningkatan kadar kolesterol jahat dapat menyebabkan terjadinya penumpukan plak di dalam pembuluh darah.

Penumpukan plak di dalam pembuluh darah memiliki risiko untuk lepas dan menyumbat pembuluh darah di organ-organ penting tubuh, salah sautnya jantung. Bahkan, jika kebiasaan duduk  terlalu lama atau pola hidup sedentari yang berlangsung hingga satu tahun dapat menyebabkan densitas tulang menurun sekitar 1 persen per tahun. 

Pola hidup sedentari dan kebiasaan duduk terlalu lama yang berlangsung selama 10-20 tahun juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dengan cukup signifikan. Tak hanya itu, risiko penyakit kanker pun dapat meningkat. 

Oleh karena itu, dokter Timnas Sepak Bola Wanita Indonesia Asian Games 2018 itu menyarankan agar orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk untuk melakukan beberapa modifikasi gaya hidup. Salah satunya dengan melakukan peregangan setelah dua jam dalam posisi duduk.

Kemudian, ubah juga kebiasaan memesan makanan lewat aplikasi atau meminta bantuan office boy (OB). Berjalanlah ke tempat makan ketika jam makan siang tiba. *** (SS)

SHARE