Sosok Jenius Dibalik Terciptanya Black Box | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Sosok Jenius Dibalik Terciptanya Black Box
Sopan Sopian | Story

Black box atau "kotak hitam" kerap kali menjadi barang penting yang dicari setelah kecelakaan pesawat.

Photo by KaurJmeb on Wikipedia

Karena "kotak hitam" itu berfungsi sebagai perekam aktivitas yang di dalam pesawat. Maka dari "Kotak hitam" juga disebut sebagai "Flight Recorder" atau perekam penerbangan. Lalu siapa yang menciptakan "kotak hitam" tersebut?

Sebelum mengetahui siapa penemunya, Anda perlu mengetahui fakta black box atau "kotak hitam" ini. "Kotak hitam" ini tidak benar-benar berwarna hitam, melainkan berwarna oranye. Sebelum maskapai penerbangan membuat standar warna untuk perekam penerbangan mereka, beberapa Boeings menggunakan bola kuning, dan Inggris memiliki alat yang disebut Red Egg.

Mengapa mereka menyebutnya "hitam"? Mengutip laman nytimes.com, salah satu penjelasannya adalah, pada tahun 1939, seorang insinyur penerbangan bernama François Hussenot merancang cara menangkap sejarah pesawat terbang ke dalam kotak film fotografi. Sensor onboard melintas ke dalam kotak melalui cermin yang dikalibrasi dan menelusuri parameter penerbangan, termasuk ketinggian, kecepatan udara dan posisi kontrol kokpit. 

Karena perangkat bekerja seperti kamera, bagian dalamnya harus berada dalam kegelapan total, dengan demikian, mungkin, itulah alasan mengapa disematkan dengan kata "hitam". Hussenot konon menganggap kotaknya begitu penting sehingga ia mengubur prototipe di bukit pasir dekat pantai Aquitaine pada bulan Juni 1940 untuk menjauhkannya dari tangan Jerman.

Setelah perang, teknologi untuk perekam penerbangan menjadi tersebar luas. Beberapa perangkat menggunakan teknik fotografi, yang lain menggores data ke gulungan foil logam. Namun tidak ada audio kokpit yang direkam. Kemudian pada tahun 1953, seorang ahli kimia Australia bernama David Warren diminta untuk membantu menemukan penyebab kecelakaan pesawat jet pertama di dunia, Comet, di mana 53 orang tewas.

Terlintas dalam pikiran Dave bahwa akan sangat berguna jika ada rekaman tentang apa yang terjadi di pesawat segera sebelum kecelakaan itu terjadi. Lalu bagaimana ia menemukannya dan siapa sebenarnya David Warren?

Awal Kehidupan dan Karir
Jika François Hussenot adalah penemu gambar untuk merekam pesawat, tapi David Warren adalah penemu alat perekam aktivitas di dalam pesawat, yang sekarang disebut "Black box" atau kotak hitam alias Flight Recorder. 

Thoughtco.com menuliskan bahwa, David Warren lahir pada 1925 di Groote Eylandt, di lepas pantai utara Australia. Radio ham peninggalan ayahnya membantu Warren melalui masa kecil dan masa remajanya yang indah. Kemudian, ia lulus dengan predikat sagat memuaskan dari University of Sydney sebelum mendapatkan ijazah dari University of Melbourne dan gelar Ph.D. dalam bidang kimia dari Imperial College London.

Pada 1953, ketika Warren membantu menemukan penyebab kecelakaan pesawat jet pertama di dunia, Comet itu, David Warren berpikir bahwa rekaman pilot dan anggota awak pesawat lainnya, serta pembacaan instrumen pada saat kecelakaan itu, mungkin memberi petunjuk tentang penyebab kecelakaan. Namun kala itu tidak ada yang tertarik dengan idenya.

Kendati tak ada yang minat, Warren tetap melanjutkan idenya. Dibantu rekannya, ia menyusun sebuah alat perekam yang tidak hanya membaca instrumen, tetapi juga suara-suara dalam kokpit. Kemudian Pada tahun 1954 ia menerbitkan laporan yang berjudul "A Device for Assisting Investigation into Aircraft Accidents".

Melalui laporan itu, kemudian pada tahun 1956, Warren membangun prototipe FDR (Flight Data Recorder) yang disebut "ARL Flight Memory Unit". Melanjutkan idenya, pada 1958  ia membangun prototipe FDR gabungan pertama, yang dirancang untuk pesawat sipil untuk tujuan eksplisit pemeriksaan, crash. 

Ditahun yang sama, 1958, Sekretaris Dewan Pendaftaran Udara Kerajaan Inggris, yang mengunjungi Aeronautical Research Laboratory (ARL), melihat unit Memori Penerbangan dan sangat antusias. Dia mengatur agar David Warren membawa mesinnya ke Inggris. Di Inggris, David Warren diberi tim ilmuwan untuk membantunya membuat model baru dan lebih baik dari Flight Memory Unit. Model-model baru ditempatkan di salah satu rangka pesawat dan tahan api, serta kemudian dijual ke banyak negara.

Setelah kecelakaan pesawat terbang di Australia pada tahun 1960, seorang hakim memerintahkan agar semua pesawat udara Australia harus membawa perekam penerbangan. Australia adalah negara pertama yang membuat peraturan seperti ini. Darisanalah awal muasal pesawat terbang memailiki "kotak hitam".

Pada tahun 2002, Dr David Warren dianugerahi Order of Australia (AO) untuk kontribusinya terhadap penerbangan. Saat menerima penghargaan, dia berkata, "Sangat menghibur bahwa kotak hitam sekarang diterima sebagai sesuatu yang berguna bagi kemanusiaan".

Pada tahun 2010, Warren meninggal dunia di usianya yang ke-85, tetapi penemuannya terus menjadi andalan di pesawat di seluruh dunia, merekam baik obrolan kokpit dan pembacaan instrumen ketinggian, kecepatan, arah, dan statistik lainnya. *** (SS)

SHARE