Piala Dunia 1958: Kala Tarian Pele Disorot Dunia - Male Indonesia
Piala Dunia 1958: Kala Tarian Pele Disorot Dunia
MALE ID | Sport & Hobby

Piala Dunia 1958 merupakan edisi turnamen keenam. Swedia berkesempatan untuk menjadi tuan rumah setelah dipilih oleh FIFA pada Juni 1950. Turnamen tersebut memunculkan Brasil sebagai juara.

wikimedia commons

Hal ini sekaligus menandai pertama kalinya negara dari benua Amerika berhasil menjuarai turnamen di Benua Eropa. Pasalnya, setelah itu, negara Eropa selalu juara setiap kali Piala Dunia digelar di benua biru.

Sang tuan rumah, Swedia, dan Jerman Barat sebagai juara bertahan lolos otomatis ke Piala Dunia 1958. Sedangkan 14 negara lainnya dibagi-bagi ke sembilan negara Eropa, tiga negara Amerika Latin, satu Amerika Utara dan satu lagi untuk Asia atau Afrika.

Piala Dunia 1958 juga merupakan momen dimana Uni Soviet lolos pertama kalinya. Selain itu, seluruh negara di Britania Raya yaitu Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara turut berpartisipasi.

Format kompetisi berubah drastis dibandingkan Piala Dunia 1954. 16 negara tetap dibagi ke dalam empat grup, namun tiap negara minimal harus melawan negara satu grup sekali, tanpa perpanjangan waktu jika hasilnya seri. Menang diganjar dua poin dan seri satu poin.

Apabila posisi dua dan tiga memiliki poin sama, maka akan digelar play off. Selanjutnya juga dilihat dari produktivitas gol.

Pada turnamen ini, bintang muda Brasil, Pele, tidak bermain di semua laga grup. Dia bermain di laga terakhir grup melawan Uni Soviet. Walau tidak mencetak gol, Brasil menang 2-0 saat itu.

Di babak perempat final, Prancis dengan Just Fontaine mampu mengatasi perlawanan Irlandia Utara. Jerman Barat menang tipis 1-0 atas Yugoslavia lewat gol Helmut Rahn. Sementara Brasil mengalahkan Wales 1-0 melalui gol tunggal Pele.

Tuan rumah sendiri mengandaskan Uni Soviet. Mereka melanjutkan aksi ciamik dengan menekuk Jerman 3-1 di semifinal. Laga semifinal lainnya, Pele membawa Brasil menang 5-2 atas Prancis.

Partai final di Rasunda, Solna, pun mempertontonkan dua tim terbaik, Brasil dan Swedia. Pendukung tuan rumah sudah bersorak ketika Nils Liedholm membobol gawang Brasil di menit ke-4.

Namun, senyuman pendukung di stadion berubah. Brasil segera menyamakan skor lewat Vava lima menit berselang. Ia pula yang lantas membawa Selecao unggul 2-1 di menit ke-32.

Babak kedua otomatis menjadi milik Brasil sepenuhnya. Pele menunjukkan kelas dengan mencetak dua gol, masing-masing di menit 55 dan 90. Satu lagi dicetak Mario Zagallo di menit 68. Gol Agne Simonsson di menit 80 tak berarti apa-apa bagi Swedia.

Final Piala Dunia 1958 melahirkan banyak sejarah. Pele dinobatkan sebagai pemain termuda yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Lalu Nils Liedholm menjadi permain tertua yang membuat gol di laga pamungkas turnamen. [GP]

SHARE