Penemu WWW Ingatkan Bahaya Internet di Masa Depan - Male Indonesia
Penemu WWW Ingatkan Bahaya Internet di Masa Depan
MALE ID | Digital Life

Ilmuwan penemu WWW (World Wide Web) Tim Berners-Lee mengimbau semua orang di dunia terkait bahaya internet di masa depan. Pasalnya, semakin tua usia internet tak selamanya positif, justru dijejali hal-hal negatif.

Photo by rawpixel on Unsplash

Selain terhadap masyarakat dunia, pada acara Web Summit kesembilan, Berners-Lee juga mengingatkan dan meminta semua pemerintah di dunia untuk memerhatikan setengah populasi dunia yang belum memiliki akses internet. 

Ilmuwan komputer asal Inggris itu menjelaskan bahwa sejak tahun 1989, teknologi memang telah menghubungkan banyak manusia melalu internet, dan pada awal perkembangannya, internet mengarah pada hal-hal yang baik.

Sayangnya, dikatakan Berners-Lee, bahwa perkembangan itu hanya "sementara waktu". Menurut pria yang sempat bekerja di European Organization for Nuclear Research (CERN) di Jenewa, Swiss, pada 1989 itu kini internet telah mencapai "masanya" dan menghasilkan sesuatu yang serba salah.

Berners-Lee menekankan bahwa internet global kini dijejali dengan hal-hal negatif yang membahayakan. Hal-hal negatif tersebut termasuk berita palsu, masalah privasi, pidato kebencian, polarisasi politik, dan kesenjangan digital yang berkembang.

Seperti yang telah diketahui, terdapat kesenjangan digital yang cukup tinggi antara negara-negara kaya dan miskin. Data yang ada dari Statista menunjukkan bahwa pengguna internet global telah mencapai 4,1 miliar pengguna.

Dengan jumlah yang sebesar itu, Berners-Lee meminta pemerintah dunia secara global menjalin komitmen mengenai keamanan internet. Mengutip laman World Economic Forum, Berners-Lee menghimbau agar perusahaan dan pemerintah global bergabung dengan Contract for the Web di bulan Mei 2019.

Komitmen perjanjian itu akan membangun kembali kepercayaan di internet dan menemukan cara baru untuk memonetisasi, mengatur dan memastikan akses yang adil dan terjangkau.

"Semua yang kami lakukan untuk membuat web lebih kuat, itu berarti kami meningkatkan kesenjangan digital. Kami mempunyai kewajiban untuk menjaga kedua bagian dunia (kesenjangan digital negara kaya dan miskin)," kata Tim Berners-Lee di dalam forum global tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendukung hal itu dan menekankan perlunya masa depan digital yang aman dan bermanfaat bagi semua. Pasalnya, pada tahun 2016, PBB mengeluarkan resolusi yang menyatakan bahwa gangguan akses internet menjadi pelanggaran hak asasi manusia. *** (SS)

SHARE