Wanita Tak Tertarik dengan Anda, Ini Analisanya - Male Indonesia
Wanita Tak Tertarik dengan Anda, Ini Analisanya
MALE ID | Relationships

Sebuah hubungan bisa dikatakan baik apabila kedua belah pihak menunjukkan komitmen yang sama. Walau demikian, hal itu tak selalu terjadi.

Photo by Bin Thi?u on Unsplash

Terkadang, salah satu pihak terjebak dalam situasi yang disebut para ahli sebagai hubungan asimetris. Apa maksudnya? Coba kita bahas lebih lanjut.

Hubungan asimetris atau asymmetrically committed relationships (ACR) dijelaskan peneliti pada laporan yang diterbitkan di Family Process Institute, sebagai hubungan dengan perbedaan substansial dalam tingkat komitmen pasangan. Sederhananya, si dia sebenarnya tak terlalu tertarik pada Anda.

Para peneliti mendasarkan konsep pada teori yang disebut Principle of Least Interest, ditemukan sosiolog Willard Wallar. Dari nama teorinya, terlihat bahwa orang yang tidak terlalu tertarik dengan hubungan justru punya kendali paling besar.

Karena itulah, ia kerap memaksakan diri bersikap tenang dalam berbagai situasi sosial. Misalnya berusaha menahan diri selama mungkin untuk membalas pesan dari pria yang sebenarnya ia suka. Tak jarang, wanita tiba-tiba menjadi tertarik saat pria tersebut berhenti memberi perhatian.

Dalam riset terbaru, para peneliti mencoba menerapkan teori Wallar pada hubungan asmara. Lebih spesifiknya, mereka berniat mencari tahu tipe orang dengan kecenderungan kurang berkomitmen yang memegang kendali dalam hubungan.

Saat mengamati pasangan berkomitmen dalam hubungan asimetris, para peneliti mengalami kesulitan menemukan sifat yang sama-sama dimiliki kedua belah pihak.

Satu-satunya hal yang mereka temukan adalah, keduanya punya kecenderungan khawatir apakah pasangan mereka benar-benar tertarik dan berkomitmen atau tidak. Sampel penelitian ini melibatkan 315 pasangan.

Sejatinya, hubungan asimetris bukan hal baru. Tapi lebih tepatnya situasi umum yang punya istilah baru. Mark D. White, penulis buku Doctor Strange and Philosophy: The Other Book of Forbidden Knowledge pernah menulis tentang hubungan tersebut.

White mengingatkan, pada dasarnya tak ada pasangan yang setara dalam hubungan. Maksudnya, salah satu pihak bisa dianggap lebih menarik atau menghasilkan lebih banyak uang. Bisa juga yang satu lebih mudah bergaul, sementara pasangannya serius merencanakan masa depan.

Pada hubungan yang baik, hal ini berlangsung langgeng. Namun ketika hubungannya kurang ideal, nilai masing-masing di mata pasangan terus berkurang. “Jika itu terjadi, salah satu akan lebih menghargai, daripada dihargai pasangannya,” ujar White.

Bagaimana solusinya jika Anda sebagai pria mengalami hal itu, sedangkan segala upaya sudah dicoba dan tak membuahkan hasil? Cari wanita baru di luar sana. Toh tak ada ruginya sama sekali meninggalkan wanita yang tidak benar-benar tertarik pada Anda. [GP]

SHARE