MARA, Misteri 'Ketindihan' Hantu Saat Tidur - Male Indonesia
MARA, Misteri 'Ketindihan' Hantu Saat Tidur
Sopan Sopian | Review

Film Mara (2018), merupakan film bergenre horor yang disutradari oleh Clive Tonge, dan menjadi debut sang sutradara dalam feature film. Mitos "ditindih" hantu saat tidur atau disebutnya erep-erep.

Ketika seseorang mengalami misteri tidur ini. Pasti akan malas untuk tidur kembali. Karena saat mengalami hal tesebut, seseroang serasa tidak mampu bergerak, bahkan sulit bernafas. Menakutkan. Cerita inilah yang mungkin menarik bagi sang sutradara Clive Tonge untuk memvisualiasikan lebih nyata.

Film Mara sendri dibintangi sicantik, Olga Kurylenko dan beberapa cast seperti Craig Conway, Javier Botet, Rosie Fellner, Lance E. Nichols, dan Mackenzie Imsand. 

Ringkasan
Mara dibuka dengan kematian suami Helena (Rosie Fellner) secara misterius. Kate Fuller (Olga Kurylenko) seorang kriminolog yang menyelediki kematian itu membuat hari-harinya justru terguncang. Atara rasa percaya dan tidak. Bahwa kematian diakhitbatkan oleh makhluk astral.

Saat memilah dan lebih condong pada ilmu pengetahuan, Kate lebih memilih bahwa kasus itu adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Helena sendiri. Alasannya karena gangguan psikologis. Alhasil, Ibu satu anak ini menjadi tersangka pembunuhan suaminya sendiri.

Lain hal yang diceritakan oleh putri dari Helena, yakni Shopie (Mackenzie Imsand). Menurutnya kematian sang Ayah karena Mara. Sosok hantu yang datang saat tidur. Kate semakin dibikin bingung atas kejadian itu. Rasa penasaran yang tinggi, membawanya pada sebuah investigasi secara mandiri.

Hingga akhirnya Kate menemukan mayat dengan kondisi serupa dengan suami Helena. Kate terus mencari informasi baik dari Shopie dan Helena. Bermodal cerita dari Helena terkait kematian suaminya, membawa Kate pada sebuah grup konsuling masalah tidur. 

Kate pun bertemu Dougie (Craig Conway). Seseorang yang kemudian dapat meyakinkan Kate bahwa, Mara benar-benar menjadi sumber kematian seseorang kala tidur. Dougie pun memberikan penjelasan bahwa seseorang yang siap menjadi korban, akan diberikan tanda di matanya oleh Mara

Kate kemudian berangsur mempercai cerita itu setelah ia pun mengalami kejadian yang disebut Sleep Paralysis alias ketindihan dan melihat penampakan yang menakutkan. Lalu siapa sebenarnya Mara? Mampukah Kate memecahkan misteri yang ia selidiki? Atau justru ia yang mengalami hal serupa pun menjadi korban?

Highlight
Film dengan durasi 1 jam 38n menit ini cukup menarik, karena tema yang diangkat akrab dengan mitos yang berada di Indonesia dan beberapa negara lain yang mempercayai erep-erep. Karena mitos ini benar-benar menakutkan bagi mereka yang mengalaminya. 

Meurujuk pada tema tersebut, secara garis besar, film ini mengisahkan tentang bagaimana ilmu pengetahuan harus berhadapan dengan hal-hal supranatural atau gaib. Sehingga penonton benar-benar dihadapkan dengan kompleksitas antara rasional dan irasional.

Olga Kurylenko bisa dibilang cukup berhasil dalam memerankan perannya sebagai Kate, seseroang yang dihadapkan antara rasa percaya dan tidak percaya, antara ilmu pengetahuan dan supranatural. Apalagi ketika berhadapan dengan sosok astral dan Douggie yang benar-benar ketakutan, ia tetap dalam pendiriannya bahwa itu adalah ilusi masalah tidur.

Alur cerita film Mara ini terbilang cepat. Sehingga penonton dapat menegaskan bahwa film tersebut adalah film misteri dengan berbagai pertanyaan yang membawa kepensaran hingga akhir cerita. 

Kemunculan Mara yang diperankan Javier Botet juga cukup mengegetkan penonton. Kemunculan yang tiba-tiba dengan diiringi musik yang menyeramkan berhasil membuat penonton "jantungan". Apalagi ketika Mara datang dan perlahan menghampiri korbannya. 

Selain Kate, sutradara juga mencoba mempertegas bahwa "ketindihan" bukanlah hal gaib, melainkan masalah medis medis yang disebut Sleep Paralysis. Hal tersebut dimunculkan pada adegan ketika Kate membawa Douggie yang ketakutan akan tidur karena Mara.

Perlu diketahui, Sleep Paralysis merupakan kelumpuhan pada tidur. Hal ini merujuk pada ketidakmampuan manusia bergerak ketika sedang tidur ataupun ketika bangun tidur. Seseorang yang mengalami Sleep Paralysis biasanya akan mengalami masalah untuk menggerakkan anggota badan, tidak bisa mengeluarkan suara dan sebagainya. Sleep Paralysis ini yang kemudian dikaitkan dengan peristiwa tindih secara tiba-tiba. ** (SS) 

SHARE