Dibalik Axl Rose & Slash tak Berbicara Sejak 1996 | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Dibalik Axl Rose & Slash tak Berbicara Sejak 1996
Sopan Sopian | News

Pada saat pop didominasi oleh musik dance dan pop-metal, Guns N Roses membawa warna lain dalam genre musik keras, yakni menggabungkan punk, blues, thrash, rock and roll, dan genre musik lainnya ke dalam apa yang populer pada saat itu.

Photo by Ringerfan23 on Wikipedia

Guns N Roses dikenal sebagai grup band anak laki-laki nakal, jelek, misoginis, dan kasar. Meski terkadang juga lucu, rentan, bahkan sensitif. Band yang berdiri pada tahun 1984 ini, bisa dikatakan tak butuh waktu lama untuk melejitkan namanya. 

Guns N Roses pertama kali melejit lewat album 1987 Appetite for Destruction dengan hits Sweet Child O'Mine,Paradise City, dan Welcome To The Jungle dan kemudian merilis album akustik yang di beri nama G N' R Lies dengan hits manis Patience, dan kemudian menerbitkan dua album berbarengan Use Your Illusion I dan Use Your Illusion II yang juga melejit dan meledak dengan beberapa hits fenomenal seperti Don't Cry, November Rain, Civil War, Knockin' on Heaven's Door, dan Estranged.

Guns N Roses berada di puncak kejayaan mereka dengan formasi Axl Rose (vocal), Slash (guitar), Izzy Stradlin (pada akhir tahun 1991, Izzy keluar dan posisinya digantikan oleh Gilby Clarke), Duff McKagan (bass), Dizzy Reed (keyboard), dan Matt Sorum (drums).

Album The Spaghetti Incident? yang mereka lepas tahun 1993 tampaknya adalah pertanda berakhirnya kejayaan G N'R. Album yang berisi lagu-lagu daur ulang dari artis lain ini tak bisa meraup keuntungan seperti album-album sebelumnya. Keretakan mereka dimulai dari sini.

Nasib GNR berubah pada tahun 1994. mereka ribut satu sama lain, sering masuk pusat rehabilitasi ketergantungan narkotika. Setelah itu mereka sempat berkumpul di sebuah studio di Los Angeles untuk merekam album baru yang rencananya dirilis tahun 1995. Namun, tak lama kemudian mereka dihinggapi penyakit yang sudah biasa diderita band-band lainnya, kebosanan. Mereka sudah terlalu kaya sehingga mereka berpikir tidak perlu melakukan apapun.

Axl Rose mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin proyek pembuatan album itu, tetapi dia jelas tidak bisa memimpin. Kebetulan pihak Geffen Records juga memanjakan GNR. Berkat hasil penjualan album yang mendatangkan keuntungan luar biasa besar, mereka memberikan keleluasaan yang istimewa kepada GNR untuk menulis dan merekam. Saat itu GNR sempat merilis single Sympathy for the Devil yang merupakan soundtrack dari sebuah film.

Photo by Ringerfan23 on Wikipedia

Pada tahun 1996 Slash meninggalkan GNR, diikuti oleh Matt Sorum dan Duff Mckagan. karena perencanaan album yang tidak kunjung kelar tersebut para personel GNR melepaskan diri. Dari para personel orisinal GNR (The Original Guns), tinggallah Axl Rose seorang diri. Dari hengkangnya semua personil, yang menarik perhatian adalah konflik Axl Roses dan Slash yang tak bicara sejak 1996.

Melansir laman uproxx.com, terakhir kali Axl dan Slash berbagi panggung pada tahun 1996, tiga tahun setelah perilisan "Insiden Spaghetti" dan " Inessential " yang mengesankan dan tidak penting . Sebenarnya, itu adalah kali terakhir mereka berbicara.

Selama wawancara dengan Piers Morgan Tonight pada tahun 2012, Slash mengatakan bahwa, saat itu bukan untuk meninggalkan band, tetapi tidak ingin menanjutkan dengan personil baru yang dikumpulkan Axl. "Saat itu saya diberi kontrak, dan saya butuh waktu satu hari untuk memutuskannya, dan saya berpikir akhirnya ini adalah akhir dari semuanya," tuturnya.

Ada yang berspekulasi bahwa, perseturan Slash dengan Axl ketika vokalis G N' R itu melarang penggemar G N'R mengenakan slash t-shirt ke konser mereka. Kejadian itu terjadi pada konser di 02 Arena, Londong. Di mana seorang penggemar berusia 18 tahun, James Revell terlihat bertelanjang dada hanya mengenakan jaket. Karena ia dipaksa untuk melepaskan slash t-shirt.

"Saya merasa sangat marah karena saya menjaga adik saya pada saat itu, dan merasa seolah-olah kebebasan saya untuk memakai apa yang saya inginkan telah dirampas, namun saya tidak bereaksi dengan marah, karena saya tidak ingin merusak konser," tutur Revell saat diwawancara NME.

Axl mengklaim bahwa perseteruannya dengan Slash didasarkan pada persoalan pribadi. "Singkatnya, secara pribadi saya menganggapnya sebagai kanker dan lebih baik dihapus, dihindari, dan semakin sedikit orang yang mendengar tentang dia (Slash) atau pendukungnya, semakin baik," tuturnya kepada Billboard seperti dikutip laman Rollingstone.com.

Bahkan, Axl juga mengatakan bahwa Slash dan Duff McKagan merusak kemampuannya sebagai penulis lagu. Ditambah lagi, Slash dan Duff pada saat tur "Use Your Illusion" melontarkan kalimat kasar kepada Axl. "Kamu idiot, kamu adalah pecundang," tutur mereka. Karena saat itu memang Axl tidak menulis selama bertahun-tahun.

Slash menceritakan cerita yang berbeda. Dia menjelaskan kepada Esquire bahwa perpecahan itu tak seburuk yang dipikirkan. Tetapi hanya karena kalah dalam pertandingan seperti petinju yang melempar handuk. 

"Tetapi karena ada begitu banyak perhatian atas perpisahaan kala itu, sehingga terbangun seperti mosnter yang menyebabkan semacam permusuhan, dan itu bukan fokus bagi saya. Tak satu pun dari kita ingin 'turun leher' masing-masing tanpa alasan. Pada titik ini, saya mencoba untuk beristirahat. Jadi saya berusaha mengindari subjek (Axl)," tutur Slash. Bahkan Slash juga menceritakan tentang Axl panjang lebar dalam biografinya yang diterbitkan 2007 lalu.

Pada 2003, Slash, Duff McKagan, dan Matt Sorum membentuk band Velvet Revolver. Band ini menyumbangkan lagu untuk soundtrack Hulk sebelum merilis album pertama mereka pada Juni 2004. Band ini melakukan tur sebentar sebelum rilis album dan di musim dingin 2004/2005.

Kini, setelah beratahun-tahun lamanya. November 2018, G N' R melakukan konser reuni dengan formasi lengkap yang bertajuk "Not In This Lifetime", dan Jakarta menjadi salah satu bagian dari rangkaian tur mereka di Asia Tenggara. *** (SS)

SHARE