Pantai Tanjung Lesung, Surga di Barat Pulau Jawa - Male Indonesia
Pantai Tanjung Lesung, Surga di Barat Pulau Jawa
MALE ID | Relax

Menjadi momen yang tidak terlupakan, saat pihak pengelola Tanjung Lesung mengundang MALE Indonesia untuk ikut menikmati keindahan pantai yang masih belum banyak dikunjungi itu. 

Pantai Tanjung Lesung berada di Pandeglang, Banten. Pantai ini berjarak sekitar 95 kilometer dari pusat kota Serang. Perjalanan menuju Tanjung Lesung dari Jakarta ditempuh sekitar 5-6 jam. Cukup melelahkan memang. Namun, pemandangan indah sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Tanjung Lesung mengobati rasa jenuh kami beserta rombongan.

Sesampainya di lokasi. Deru ombak menyapa kedatangan kami. Rasa lelah hilang sirna bersamaan pesona keindahan wisata pantai yang berda di barat Pulau Jawa ini. Kami berpikir, ini seperti surga tersembunyi  di daerah pesisir Provinsi Banten, Indonesia.

Mengapa tidak, keindahan panorama Pantai Tanjung Lesung yang terlihat fenomenal dan masih perawan ini, memiliki pasir putih yang bersih dan air lautnya jernih berwarna biru. Suasana Pantai Tanjung Lesung juga cendrung tenang, terasa seperti memiliki pulau pribadi, sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin menghilangkan penat atau sekedar berlibur dengan orang tercinta.

Karena ombaknya cukup tenang, Anda tidak perlu khawatir untuk bermain air atau pasir. Selain itu, di sana juga disediakan banana boat, snorkeling water ski, sea kayak hingga jetski. Harganya bervariasi. Banana boat, misalnya, yang disewakan seharga Rp 110 ribu atau water ski seharga Rp 400 ribu untuk 20 menit.

"Kita juga ada Rhino Dive Center, jadi seperti sekolah menyelam. Yang ingin belajar di sana akan mendapatkan sertifikat resmi," ucap Managing Director PT Banten West Java, pengelola KEK Tanjung Lesung, Rully Lasahido.

Kegiatan di Pantai Tanjung Lesung, bukan hanya bisa menikmati laut. Kami juga berkesempatan berkeliling wilayah ini dengan menggunakan sepeda atau ATV. Uniknya, Pantai Tanjung Lesung juga punya hutan kecil dengan jalur jalan yang rapi. Di dalam hutan ini, menurut informasi ada monyet ekor panjang. Tapi sayangnya kami tidak seberuntung itu. Kami tak melihat monyet itu bergelayutan.

Selesai menikmati pesisir pantai dengan sepeda dan memasuki hutan kecil. Rasa perlu untuk menikmati angin pantai sejenak. Karena di sini disediakan ayunan dibibir pantai. Dari pantauan kami, ada juga tumpukan karang dan beberapa spot foto yang instagrammable. Bahkan, bila cuaca cerah, di tepi pantai Tanjung Lesung bisa melihat Gunung Krakatau yang terlihat jelas sekali.

Click to Enlarge

Selain itu juga, jika Anda malas untuk basah-basahan, kami melihat ada gazebo untuk sekadar duduk-duduk santai sembari minum air kelapa. Atau ingin lebih merasakan sensasi alam pantai yang masih perawan dan indah ini. Anda bisa menyewa tenda-tenda yang disediakan di Beach Club. 

Di sini Anda tidak pelu khawatir kepanasan di dalam tenda, karena pihak pengelola sudah menyediakan kipas angin, tempat tidur bahkan sarapan buat yang menginap di sana. Apabila Anda kurang sreg, Anda bisa mengina di beberapa vila dengan konsep unik. 

Kala Anda telah mendapatkan kamar vila. Jangan sampai terpesona di dalam. Keluarlah kalah sore hari. Karena, senja di Pantai Tanjung Lesung begitu indah. Pesona matahari yang terbenam memesona mata. Apalagi ketika nelayan melwati di tengah-tengah matahari. Berasa seperti melihat lukisan alam yang indah. 

Aktivitas Lain di Tanjung Lesung
Karena kami berkesempatan berada di sini dua hari, jadi kami memiliki banyak waktu. Kami diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas lain di Tanjung Lesung. Kami mengunjungi kegiatan pembuatan batik khas Tanjung Lesung oleh warga yang terdapat di sangar Desa yang terletak di Kampung Cikadu.

Seperti motif batik lainnya, Motif Batik Cikadu Tanjung Lesung sangat beragam, di sanggar ini memiliki 40 motif yang menggangkat ke khasaan daerah tersebut mencerminkan kehidupan warganya dan di dituangkan lewat motif-motif Batik Cikadu Tanjung Lesung yang sangat indah seperti Badak bercula satu, debus, gunung krakatau, ikan lele, rumah adat, lesung padi, dan masih banyak lagi.

Sebagai informasi, hasil produksi batik di kampung Cikadu Pandeglang Banten ini banyak diminati adalah motif batik gondang lesung dan badak bercula satu. Konon awalnya pengembangan kampung batik di Tanjung lesung ini berawal dari pelatihan pemberdayaan di sekitar bekerja sama dengan perangkat desa yang diikuti sekitar 70 orang. Dari kegiatan pelatihan tersbut pada akhirnya dapat menciptakan 30 orang pecanting batik hingga saat ini.

Selain sebagai tempat wisata edukasi pembuatan batik Cikadu di Tanjung Lesung Banten, tempat ini pun juga menyedikan hasil pembuatan batik yang bisa di bawa pulang para wisatawan sebagai oleh-oleh maupun cindera mata. Batik yang dihasilkan Sanggar Batik Cikadu Tanjung Lesung dibandrol dengan harga bervariatif.

Akses ke Tanjung Lesung
Untuk waktu perjalanan, seperti di katakan di atas, menuju Pantai Tanjung Lesung memakan waktu 5-6 jam dari Jakarta. Dan waktu itu kami menggunakan bus rombongan. Melihat jalur yang masih belum banyak angkutan umum menuju tempat ini. Lebih disarankan Anda untuk menggunakan kendaraan pribadi. 

Jika Anda menggunakan motor, Anda harus berhati-hati karena perjalanan yang jauh, bisa saja konsentrasi Anda hilang. Lebih baik banyak-banyak istirhat. Jangan memaksanakan diri untuk terus menlajutkan perjalanan jika lelah. Diusajakan pula jangan melakukan perjalanan malam. Karena masih rawan pembegalan. *** (SS)

SHARE