Ini yang Terjadi Saat Pria Mengonsumsi Viagra - Male Indonesia
Ini yang Terjadi Saat Pria Mengonsumsi Viagra
MALE ID | Sex & Health

Sejak 1998 dan dikenal sebagai salah satu obat yang bisa membantu pria mendapatkan ereksi, seluruh pria di dunia telah merasakan manfaatnya dalam kehidupan seks mereka. Tetapi, dari semua pria yang mengonsumsi "pil biru" ini, tidak banyak yang tahu bagaimana obat tersebut bekerja dalam tubuh mereka.

Pxhere.com

Viagra bekerja pada tingkat sel. Dalam sistem vaskular, cyclic neotide cGMP (cyclic guanosine monophosphate) membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks. Pembuluh darah melebar dan darah dapat mengalir lebih mudah. Peningkatan aliran darah inilah yang membuat ereksi menjadi terjadi.

Nah, dalam hal ini, viagra menghambat enzim PDE5 (yang membuat penis lembek) dan menghentikannya dari cGMP (corpus cavernosum-bagian dari penis). Ini berarti, pembuluh darah dapat lebih rileks dan berkembang tanpa adanya enzim PDE5. Darah dapat dengan cepat mengalir ke penis, membuatnya ereksi.

Atas dasar itulah, para produsen viagra menyarankan agar pengguna menunggu satu jam setelah mengonsumsi "obat pria" itu, untuk mendapatkan efek maksimal. Maka dari itu, menurut layanan Dokter Online Superdrug pada laman Metro.co.uk. berikut berikut cara kerja dan efek Viagra pada tubuh.

12 Menit Pertama
Dalam periode ini, obat secara cepat terserap oleh tubuh dan pada beberapa pria, mereka pun akan langsung mengalami ereksi dengan cepat. Dalam satu penelitian grup pria dengan masalah ereksi (erectile dysfuncion/ED) ditemukan jika mereka dapat mendapat ereksi dari Viagra secepat 12 menit setelah meneguk satu dosis. Namun, tidak jelas ereksi ini murni efek dari obat.

27 Menit
Jika tidak ada perubahan setelah 15 menit menegak Viagra, ereksi biasanya akan terjadi setelah setengah jam. Dalam periode ini, obat mengikat enzim PDE5 yang menjebol cGMP dan mengurangi aliran darah. Pengikat ini mencegah terjadinya kerusakan. 

Jumlah cGMP yang lebih besar akan tersedia di pembuluh darah yang membiarkan darah mengalir ke organ intim pria. Periode respon viagra pada umumnya di 27 menit. Tetapi para peneliti mengingatkan jika itu hanya hitungan pukul rata-rata saja. Respon tiap orang tergantung pada beberapa ciri fisiologis masing-masing.

57 Menit
Periode ini adalah ketika Viagra telah mencapai potensi ereksi maksimum. Obat mencapai konsentrasi darah tertinggi dan karena hal inilah, produsen Viagra merekomendasikan jeda jarak minum pil sebelum melakukan hubungan seks antara satu hingga satu setengah jam. Dalam satu studi kasus, pria dilaporkan bisa mencapai ereksi selama 33 menit, dalam waktu satu jam setelah mengonsumsi Viagra.

4 Jam
Untuk setiap jam obat yang tinggal dalam tubuh, efek berkurang 50 persen. Tetapi para peneliti mengatakan jika ini tidak berarti pria tidak mampu melakukan hubungan seks. Pengguna Viagra sering bingung dan mengira waktu empat jam ini dengan ereksi tidak berhenti selama 4 jam. 

10 Jam
Bahkan setelah 10 jam, para ilmuwan menemukan pria yang mengkonsumsi Viagra masih bisa alami ereksi sekuat saat mereka mengkonsumsi obat di periode dua jam. Menurut studi sebelumnya, pria dapat mengalami ereksi selama 23 menit setelah 10 jam mengkonsumsi. Bahkan, ada yang mengalami ereksi selama 16 menit setelah 12 jam minum Viagra. 

24 Jam 
Ketika 24 jam, semua jejak viagra dan dampaknya harus hilang dari tubuh. Disarankan agar Anda tidak mengambil lebih dari satu dosis dalam periode 24 jam.

Dosis Viagra Setiap Orang Berbeda
Dosis yang Anda butuhkan untuk mendapatkan ereksi yang memuaskan tergantung pada usia Anda, apakah Anda mengonsumsi obat lain dan apakah Anda memiliki masalah kesehatan lainnya.

Cara kerja viagra juga dipengaruhi oleh makanan. Jika Anda mengonsumsi "pil biru" dengan makanan, mungkin diperlukan waktu satu jam lebih lama agar obat mencapai kekuatan maksimal. Juga, viagra yang terkonsentrasi dalam darah hanya sepertiganya. *** (SS)

SHARE