Kekuatan Kepalan Tangan Bisa Prediksi Penyakit | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kekuatan Kepalan Tangan Bisa Prediksi Penyakit
Sopan Sopian | Sex & Health

Seberapa kuat kepalan tangan Anda jika disengaja untuk mengepal? Karena kekuatan terhadap kepalan tangan Anda ini dapat menentukan kondisi kesehatan Anda di masa depan. Bahkan, teknik ini dipercaya menjadi prediktor lebih baik dibanding metode pengukuran yang saat ini banyak digunakan dokter-dokter.

Kepalan Tangan-Male-IndonesiaPhoto by Slim Emcee (UG) the poet Truth_From_Africa_Photography on Unsplash

Channel News Asia melaporka bahwa sebelumnya cengkeraman hanya menjadi indikator yang baik dari kesehatan lanjut usia. Kini, genggaman dapat membantu dokter memahami profil risiko orang dewasa di segala usia, termasuk, kemungkinan penyakit jantung dan paru-paru, kanker hingga kematian secara keseluruhan.

"Kekuatan genggaman menunjukkan kaitan yang lebih kuat dengan penyakit kardiovaskular daripada tekanan darah dan aktivitas fisik, yang ternyata sedikit mengejutkan," kata penulis senior Stuart Gray dari Universitas Glasgow.

Para peneliti mempelajari lebih dari setengah juta peserta proyek Biobank Inggris yang berusia 40 hingga 69 tahun selama tiga tahun, dari 2007 hingga 2010. Secara berkala selama bertahun-tahun, peserta menjalani pemeriksaan medis, memberikan sampel dan menjawab kuisioner ekstensif tentang kesehatan serta gaya hidup.

Peneliti menemukan, pengukuran kekuatan terlemah laki-laki adalah mencapai titik 26 kilogram ke bawah. Apabila seseorang mencapai kurang dari titik ini, mereka akan dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi secara keseluruhan dan risiko lebih tinggi untuk penyakit tertentu.

Studi memperlihatkan, setiap penurunan lima kilogram kekuatan genggaman meningkatkan kemungkinan kematian dini dari semua penyebab sebesar 16 persen untuk laki-laki. Sementara itu, untuk kematian akibat penyakit jantung, risikonya bertambah 22 persen bagi laki-laki.

Secara keseluruhan, peneliti mencatat, orang dengan cengkeraman lemah memiliki kecenderungan merokok lebih tinggi, mudah gemuk dan memiliki lingkar pinggang serta lemak tubuh yang lebih tinggi. Mereka juga makan lebih sedikit buah dan sayuran, berolahraga sedikit dan kerap menonton televisi.

Peneliti juga menemukan, kekuatan cengkeraman dapat menjadi penanda penuaan. Di Norwegia misalnya, orang tua yang memiliki cengkeraman kuat di usia 80-an dan 90-an diprediksi akan berusia panjang hingga 100-an tahun. "Kami tahu, kekuatan cengkeraman adalah indikator yang kuat dan biomarker penuaan yang potensial," ucap Bjorn Heine Strand dari Universitas Oslo. *** (SS)

SHARE