Tips Hadapi Wanita yang Selalu Menghindari Argumen - Male Indonesia
Tips Hadapi Wanita yang Selalu Menghindari Argumen
MALE ID | Relationships

Namanya menjalani hubungan, pasti akan selalu ada konflik dan sulit menghindari argumen. Dan pria dituntut untuk lebih berkepala dingin saat menghadapi pasangan, terlebih lagi jika ia tergolong wanita yang keras kepala.

menghindari argumen - Male IndonesiaPexels.com

Pada dasarnya, sebuah konflik seharusnya bukan menjadi hambatan bagi Anda. Justru dengan demikian, baik Anda dan si dia semakin tahu baik buruk sifat masing-masing. Lantas, bagaimana jika pasangan Anda adalah tipe wanita yang lebih memilih menghindari argumen?

Apa sebaiknya wanita seperti itu ditinggalkan saja, atau Anda harus mengalah? Tentu tidak kedua-duanya. Anda bisa memakai tiga cara ini guna menghadapi pasangan yang sering menghindari argumen.

Lakukan Persiapan Terlebih Dahulu
Beberapa pakar hubungan menganjurkan salah satu pihak, dalam hal ini pria, mencari cara terbaik agar mampu mengendalikan emosi sebelum terjadi konfrontasi, yaitu meluapkan emosi dalam hal lain, seperti main musik.

Harap diingat, evaluasi apa yang sedang Anda pikirkan. Masalah sebenarnya perlu diidentifikasi, dan diatasi. Semua itu bisa terlaksana dengan pendekatan yang tepat.

Apapun situasinya, Anda jangan sampai membiarkan sikapnya yang selalu menolak saat diajak berargumen. Tandanya, ia tidak menghargai Anda sebagai seorang pria. Namun tetap, kontrol diri ketika masalah muncul juga penting.

Selidiki Masa Lalu Pasangan
Pada beberapa kasus, trauma di masa lalu dapat membuat wanita takut terlibat konfrontasi. Banyak dari mereka yang menghindari argumen dalam hubungan karena hal buruk pernah terjadi dan kembali terulang.

Ketika Anda menyelidiki mengenai masa lalu dan latar belakang pasangan, itu akan membantu Anda menemukan cara untuk berdiskusi dan mengajak pasangan keluar dari kondisi yang ia alami.

Perhatikan setiap kata-kata yang Anda ucapkan
Terkadang, bahasa dalam diskusi sederhana dan argumen besar tidak bisa dibedakan apabila Anda memakai perbendaharaan kata-kata yang sama. Perlu Anda ingat, bahwa setiap kata memiliki kekuatan.

Hati-hati saat hendak memilih kata. Cari kata yang merajuk pada pertemanan, bukan cenderung menyudutkan. Sebagai contoh, Anda bisa memulai lelucon tanpa sarkasme sebelum mulai berargumen.

Sekali lagi, yang Anda lakukan adalah mengubah pasangan agar lebih baik. Tapi tidak membuat Anda harus mengalah. Kecuali, Anda mau ia mengendalikan hubungan. [GP]

SHARE