Pembuat Biola Paling Sempurna & Terbaik di Dunia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Pembuat Biola Paling Sempurna & Terbaik di Dunia
Gading Perkasa | Story

Di kalangan penikmat musik, nama Antonio Stradivari tentunya sudah cukup familier. Ia adalah musisi, komposer, sekaligus pencipta alat musik terbaik di dunia.

wikimedia commons

Biola ciptaan Antonio Stradivari menjadi salah satu alat musik paling sempurna, dan sampai detik ini nyaris tidak ada seorang pun sanggup melebihinya.

Entah apa sebenarnya dilakukan oleh Stradivari pada biolanya, yang tanpa cacat. Tidak heran jika banyak kalangan musisi dan seniman Italia menjulukinya sebagai “dewa” di dunia seni.

Perjalanan Antonio Stadivari menciptakan biola dimulai setelah ia bekerja lepas di tempat pembuat biola, Niccolo Amati. Tahun 1666, ia mulai menciptakan model biolanya sendiri.

Awalnya karya Stradivari itu mengikuti model biola ciptaan gurunya, dengan bentuk lebih kecil memakai lapisan pernis kuning tebal.

Menginjak tahun 1684, ia melakukan perubahan pada bentuk biola, menggunakan bentuk yang lebih besar, dan pernis berwarna gelap. Stadivari mulai bereksperimen dengan alat musiknya tersebut, lepas dari aturan baku utama pembuatan biola secara tradisional.

Stradivari selesai menciptakan proporsi biolanya di tahun-tahun pertama abad ke-18 dimana ia berhasil membuat badan biola yang lebih dangkal, mampu mengeluarkan nada-nada lebih kuat dan lebih lebar.

Bagi sebagian ahli, keistimewaan utama dari biola Stradivari terletak pada pernisnya, yang sampai sekarang belum bisa dipecahkan.

Selama hidupnya, ia juga memperbaiki bentuk viola dan selo, yang memiliki banyak kemiripan dengan biola. Tahun 1715 dianggap sebagai puncak kejayaan Stradivari dalam menciptakan alat musiknya. Dari 1.000 alat musik buatannya, hanya sebagian yang berhasil ditemukan.

wikimedia commons

Setiap alat musik Stradivari diberi label salib Maltese dan ukiran inisial ‘A.S.’, yang berikutnya ditambah inisial anak-anaknya, guna membedakan dengan alat musik lain sekaligus menjaga keasliannya.

Tak sembarang orang bisa memiliki biola ini. Wajar saja, sebab biola Antonio Stradivari dikenal sebagai biola termahal. Karyanya yang dibuat pada periode 1700 hingga 1720 dianggap memiliki harga paling tinggi.

Pada 1998, pemain biola Rusia, Maxim Vengerov membeli biola dengan julukan Kreutzer Stradivarius buatan 1727 seharga 1,6 juta USD atau sekitar 21 miliar rupiah.

Sementara, di tahun 1990, Red Mendelssohn Stradivarius buatan 1720 laku terjual seharga 1,7 juta USD atau sekitar 22,5 miliar rupiah. Pembelinya adalah kakek dari pemain biola Elizabeth Pitcairn, sebagai hadiah ulang tahun cucunya.

Biola Lady Tennant Stradivarius buatan 1699 laku terjual 2,032 juta USD atau setara 27 miliar rupiah dalam sebuah lelang di Balai Christie. Kemudian, 16 Mei 2006, biola Stradivarius berjuluk The Hammer buatan 1707 terjual hingga 3,544 juta USD atau sekitar 47 miliar rupiah.

Puncaknya, di tahun 2011, biola “The Lady Blunt” Stradivarius buatan 1721 terjual 9,8 juta poundsterling atau sekitar 198 miliar rupiah. Rekor ini tercapai dalam rangka pengumpulan dana untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Jepang kala itu.

Antonio Stradivari dan biolanya, Stradivarius adalah legenda. Maka tak perlu heran jika harga biola buatannya semakin melambung. Beberapa orang bahkan rela mengeluarkan uang banyak demi mengoleksi karya sang legenda. [GP]

SHARE