STARTUP: Niat Merantau, Berbuah Bangun Perusahaan - Male Indonesia
STARTUP: Niat Merantau, Berbuah Bangun Perusahaan
MALE ID | Works

Berbagai bidang pekerjaan telah banyak digelutinya, mulai dari pengajar Bahasa Inggris, Event Organizer, Media Massa, aktif di komunitas, hingga membangun lembaga riset, membuat Adil Alba haus akan pengalaman dan pengembangan diri. Sehingga ia memutuskan untuk hijrah dari Surabaya ke Jakarta.

"Waktu masih di Surabaya, saya dan beberapa teman membuat kreatif konsultan, ternyata berat juga. Karena kami rasa kami tidak mendapat proyek besar. Karena semuanya kan kembali ke pusat (Jakarta)," tutur pria berkacamata itu kepada MALE.co.id.

Selain itu, kata Adil, semasa masih di Surabaya, ia juga membuat sebuah lembaga riset Menara Center yang fokus kajiannya soal Arab di Indonesia. Namun, tim di dalamnya lebih banyak yang berada di Jakarta. Di tambah lagi, ia juga merasa harus mandiri bersama sang istri. Akhirnya pada awal 2018, dengan bulat ia memutuskan benar-benar pindah ke Jakarta.

Membangun Talent Indonesia (Talent ID)
Setelah di Jakarta, ia fokus dalam lembaga riset yang ia dirikan. Selain sebagai Program Director, ia juga ikut dalam penulisan jurnal-jurnal riset di dalamnya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan teman sekolah sang istri yang bekerja sebagai tim ahli di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker RI), Anjani.

Bersama Anjani, Adil banyak diskusi yang akhirnya menjadi pembahasan menarik antar keduanya. Pasalnya, di dalam Kemnaker perlu tim eksekusi percepatan program-program kementerian. 

"Waktu ngobrol bareng Anjani, mengapa tidak membuat konsorsium saja, jadi holding. Kemudian barulah disebut Talent Indonesia atau Talent ID. Kami menjadi enabler (penghubung) di Kemnaker, dan inilah menjadi pekerjaan kami," cerita Adil.

Berpengalaman dalam menyusun program, dibantu dengan empat orang lainnya, Maret 2018 Telant Indonesia (Talent ID) dengan website identitasfoundation. org pun berdiri. Dijelaskan Adil, untuk pemetaannya sendiri, Talent ID memiliki lima stakeholder yang di dalamnya ada pemerintahan, komunitas, NGO atau LSM, akademi, dan Industri.

"Semuanya adalah poin penting, semuanya perlu tahu ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan. Apa sih tanggapan dari masing-masing stakeholder itu, kebutuhannya apa sebenarnya. itu yang coba kami pahami," tutur Adil.

Secara global, kerja dari Talent ID sendiri adalah merancang, merencanakan, dan mengimplementasikan secara efektif program-program yang mendukung perkembangan pekerja Indonesia, komunitas, serta usaha mikro di seluruh Indonesia.

Tantangan Membangun Talent ID
Setiap membangun usaha tentu tidak terlepas dari tantangan, hal itu juga yang dihadapi Adil Alba. Namun, tantangan di sini bukan modal. melainkan akses atau informasi antar stakeholder yang satu ke stakeholder yang lain. 

"Jadi salah satu program awal-awal itu  Focus Group Discussion (FGD), mempertemukan beberapa stakeholder, dari masing-masing ini ternyata mereka mencari yang seperti kami. Artinya, di sinikan akses jadi penting, dan itu belum ke garap," ucap pria yang gemar nongkrong sambil diskusi itu.

Berbicara modal dalam membangun Talent ID, Adil yang memangku jabatan sebagai Head of Research & Propaganda menuturkan, pihaknya tidak membutuhkan modal materi yang besar. Modalnya adalah networking atau jaringan. 

"Karena kami itukan penyedia jaringan, mempertemukan antar lembaga, komunitas, atau stakeholder. Kami menyebutnya enabler pekerjaan inti," jelasnya.

Keyakinan Terus Berkembang
Kendati berdiri belum lama. Talent ID telah berkembang pesat dan telah menjadi enabler dua kementerian lain selain Kementerian Ketenagakerjaan, di antaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Koperasi. 

"Alasannya, tiga kementerian itu basisnya adalah bicara manusia. Ketika tidak bisa bicara SDA yang bagus tanpa pengelola (manusia) yang bagus juga," terangnya.

Lebih jauh Adil memaparkan, mengapa bicara manusianya lebih dahulu, Karena ketika bicara industri dengan jargon industry 4.0, ada yang lupa di mana ketika bicara teknologi, manusia adalah teknologi itu sendiri. 

Karena melihat prospek ini bisa jangka panjang, Adil mengaku yakin masih bisa terus mengembangkan Talent ID lebih baik dan menempatkan beberapa tim di dalam Kementerian. Sehingga kekhawatiran selama ini bisa teratasi.

"Kalau soal yakin, kami yakin bisa terus berkembang. Cuma ada kekhawatiran saja, dengan proyek yang volumenya besar, kami khawatir apakah bisa meng-handle atau tidak proyek-proyek yang terus berdatangan. Maka dari itu solusinya, untuk memantapkan masa depan, kami kedepannya akan mencoba membuat divisi di setiap kementerian," jelas Adil Alba. *** (SS)

SHARE