Smartphone Lemot Setelah 2 Tahun, Ini Penyebabnya | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Smartphone Lemot Setelah 2 Tahun, Ini Penyebabnya
Sopan Sopian | Digital Life

Kebutuhan manusia akan segala macam perkembangan informasi sudah tak dapat dipungkiri lagi. Alhasil, smartphone atau telepon pintar yang mampu mengakses segala macam informasi dari berbagai belahan dunia menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan.

Photo by NordWood Themes on Unsplash

Sayangnya, dari beragam merek smartphone yang beredar, keluhan masyarakat perihal smartphone yang berubah menjadi lemot setelah dua tahun masih saja menjadi masalah. Saat merasakan fase itu, pengguna smartphone terpaksa meng-uninstall aplikasinya satu per satu. 

Lalu sebenarnya apa alasannya, mengapa smartphone menjadi lemot saat dua tahun pemakaian? Mengutip laman Scene Alert, Robert Merkel, Ahli Komputer dari Monash University memaparkan 3 penyebab utama turunnya performa smartphone setelah dipakai dua tahun lamanya.

Memori Overload 
Setiap kali melakukan pembaharuan, ukuran sebuah aplikasi biasanya akan jadi lebih besar. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya informasi dan fitur yang disediakan oleh aplikasi tersebut. Meskipun pembaruan pada aplikasi diklaim dapat meningkatkan performa, namun tidak akan terjadi tanpa disertai dengan cadangan ruang penyimpanan yang cukup. 

Setiap perangkat memiliki jumlah memori utama (RAM) yang terbatas. Ketika kapasitas RAM berkurang dan menipis, data akan dialihkan ke ruang penyimpanan lain, sehingga proses pengolahan informasinya memakan waktu yang lebih lama. Pada perangkat PC, kondisi ini disebut dengan "trashing". Biasanya kondisi ini ditandai dengan terdengarnya bunyi berisik pada pelat hard-disk.

Kebanyakan Software 
Banyaknya software berupa aplikasi atau program dalam sebuah perangkat akan berpengaruh pada memori. Belum lagi jika terdapat software tambahan seperti adds-on atau anti-virus. Software tambahan dapat memperlambat sistem dengan berbagai cara, seperti mengisi penyimpanan permanen, menggunakan RAM tanpa persetujuan, hingga menggunakan CPU komputer tanpa disadari. 

Hal inilah yang kemudian berdampak pada perlambatan performa gagdet, karena perangkat hanya memiliki memori dalam jumlah sedikit untuk memproses perintah yang diberikan. Pada perangkat baru, biasanya masih memiliki akumulasi data tersimpan yang masih sedikit. 

Itulah mengapa perangkat baru cenderung memiliki lebih banyak sumber daya dan memori untuk melakukan tugas, sesuai dengan keinginan pengguna. Mengingat model kerja perangkat baru dan lama yang terkadang berbeda, sangat penting untuk diketahui bahwa kinerja perangkat lama masih dapat dimaksimalkan dengan beberapa cara. 

Alih-alih ganti gadget yang lebih baru, hal yang paling sering dilakukan dan hemat biaya adalah menghapus add-ons (software tambahan) yang tidak perlu, melakukan reset ulang setelah data dalam perangkat di backup, dan memasang software yang dibutuhkan saja.

Cache yang Berlebih 
Cache adalah memori berukuran kecil yang sifatnya sementara. Walaupun ukuran filenya sangat kecil, namun kecepatan baca/tulisnya tinggi. Dalam terminologi hardware, istilah ini biasanya merujuk pada memori berkecepatan tinggi yang menjembatani aliran data antar-prosesor dengan RAM yang biasanya memiliki kecepatan lebih rendah. 

Namun, terkadang aktivitas cahce ini menganggu performa perangkat. Semakin tinggi aktivitas pengguna dengan gadget, semakin banyak pula cache memenuhi RAM. Oleh sebab itu, pengelolaan cache secara tepat perlu dilakukan. 

Pengguna dapat menghapus cache dengan menggunakan beberapa aplikasi pihak ketiga seperti C-Cleaner. Hindari penghapusan cache secara langsung karena malah akan memperlambat kinerja perangkat. *** (SS)

SHARE