Kualitas Sperma Buruk, Mungkin Anda Mengalami Ini | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kualitas Sperma Buruk, Mungkin Anda Mengalami Ini
Sopan Sopian | Sex & Health

Salah satu faktor penentu tingkat kesuburan seorang pria adalah kualitas sperma yang baik. Namun, pada beberapa pria, justru tidak ditemukan sel sperma (sel spermatozoa) yang kemudian dalam istilah medis dikenal dengan sebutan azoospermia

kualitas sperma - male indonesiaPhoto by Francois Pistorius on Unsplash

Penyebab dari permasalahan ini sangatlah bermacam – macam. Mengutip laman Dr. Ivan Sini, kondisi azoospermia bisa terjadi karena dua hal, yakni adanya ganguan pada proses menghasilkan sel sperma (non obstruktif azoospermia), atau karena adanya penyumbatan pada saluran keluarnya sperma (obstruktif azoospermia). 

Gangguan atau masalah pada proses produksi sperma (non obstruktif azoospermia) bisa diakibatkan oleh beberapa hal, seperti masalah hormonal, genetik, gaya hidup tidak sehat (merokok, alkohol, penggunaan obat terlarang, dsb.), kegagalan testis, serta varicocele (varises pada organ vital pria). 

Penyebab azoospermia obstruktif adalah kelainan kongenital (tidak adanya saluran vas deferens, sumbatan pada saluran epidydimis) atau kelainan yang didapat (karena infeksi, vasektomi dan disebabkan tindakan medis pada saluran reproduksi seperti operasi penurunan testis / orchidopexy , operasi hernia / herniotomy).

Pria yang mengalami azoospermia sampai saat ini belum memiliki ciri-ciri atau dapat dilihat secara fisik. Namun dari beberapa faktor bisa terlihat, seperti di antaranya:

Hasrat Seksual Rendah 
Jika Anda mendapati hasrat seksual rendah maka ini bisa jadi ciri-ciri penyandang azoospermia. Kondisi ini kemungkinan besar juga dikarenakan masalah hormonal. Karena umumnya dorongan seksual berasal dari melonjaknya hormon pria, testosteron.

Jumlah Sperma Terlalu Sedikit 
Kadar sperma dikatakan rendah jika jumlahnya berada di bawah normal yakni kurang dari 15 juta/ ml cairan mani atau 39 juta per ejakulasi. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kadar sperma menurun, seperti infeksi testikel, varikokel, antibodi yang menyerang sperma, tumor, ketidakseimbangan hormon, cacat bawaan, penyakit celiac, pengobatan tertentu, hingga dampak operasi. 

Faktor lain yang menyebabkan produksi sperma menurun antara lain polusi, dampak radiasi atau sinar X, suhu testikel terlalu tinggi, rokok, obat-obatan, terlalu sering duduk, stres, hingga obesitas.

Timbulnya Rasa Sakit/Bengkak Pada Testikel
Jika ciri ini sampai terjadi, maka salah satu penyebabnya bisa jadi karena varikokel. Varises pada organ kemaluan pria ini disebabkan oleh bengkaknya pembuluh darah di area testikel sehingga menghambat jalannya sperma. Tak hanya itu, varikokel juga dapat menurunkan jumlah sperma yang diejakulasikan. 

Untungnya kondisi yang belum diketahui penyebabnya ini dapat diatasi dengan jalan operasi. Nantinya pembuluh darah yang bengkak akan dijepit atau dimasuki gulungan kecil agar darah tak masuk ke dalamnya. Bila Anda mengalami bengkak pada testikel, maka segera periksakan diri karena kondisi ini tak hanya menjadi ciri-ciri pria mandul saja, namun juga kemungkinan terjangkitnya penyakit menular seksual, kanker, atau infeksi lainnya.

Pertumbuhan Payudara tidak Normal (Ginekomastia)
Beberapa pria memiliki payudara yang besar. Keadaan ini dapat disebabkan oleh hiperestrogen. Kelebihan kadar hormon wanita dalam tubuh pria ini dapat mengganggu produksi sperma sehingga berujung pada ketidaksuburan atau kemandulan. 

Jadi kalau usaha memiliki momongan sudah berjalan lebih dari setahun, namun belum berhasil, dan Anda mengalami beberapa gejala di atas, maka jangan segan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. *** (SS)

SHARE