Film Dokumenter Musik Cadas Ini Segera Dirilis | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Film Dokumenter Musik Cadas Ini Segera Dirilis
Gading Perkasa | News

Pada 2015 lalu, sutradara Doug Brown berencana membuat sebuah film dokumenter yang membahas mengenai genre musik grindcore.

Montecruz Foto/flickr

Dan di tahun 2018, akhirnya impian Brown terwujud dengan hadirnya film dokumenter musik grindcore yang ia beri judul Slave to the Grind.

Menurut Brown, Slave To The Grind adalah dokumenter resmi pertama di musik grindcore yang sejatinya terlahir di antara musik-musik metal dan punk.

Grindcore adalah binatang buas, dan film buatan saya akan menunjukkan kepada dunia bagaimana hal ini tercipta dan dapat terus berlanjut sampai sekarang,” kata Doug Brown.

Menurutnya, menikmati musik grindcore membutuhkan dedikasi tertentu dan memang tidak mudah. Grindcore benar-benar keras, dan itulah yang menjadi salah satu daya tariknya, dimana tidak dimiliki oleh aliran musik lain.

Dokumenter Brown pertama kali tayang di festival film Calgary Underground pada 21 April 2018, dan di dalamnya menampilkan berbagai musisi terkenal dari genre grindcore, sebut saja Municipal Waste, Brutal Truth, Napalm Death serta masih banyak lagi.

Para musisi tersebut mendeskripsikan bahwa grindcore seolah merupakan sejenis candu yang tidak bisa mereka berhenti konsumsi. Dan bagi para penggemar, tentu mereka setuju dengan pendapat itu.

Film dokumenter ini menggambarkan musik grindcore sebagai pernyataan dan narasi yang mendasar tentang bagaimana lingkungan sosial memberikan inspirasi dalam musik. Ditambah beberapa adegan yang menunjukkan kehidupan pribadi dari para musisi grindcore.

“Bagi kami, grindcore adalah perpaduan antara thrash dan death metal yang dipadukan aliran hardcore. Terkesan brutal dan cepat,” ujar mantan bassis Brutal Truth, Dan Lilker.

Label pertama grindcore, Earache Records berbasis di Nottingham, Inggris, dan mulai mendirikan tempat di Amerika agar bisa mendorong band mereka di pasar global.

Sejatinya, gerakan grindcore dimulai di klub-klub kumuh seperti Birmingham’s Mermaid, tempat dimana Napalm Death melakukan konsernya untuk pertama kali.

Dari situ, mereka merilis debut album perdana bertajuk Scum, berisi lagu-lagu dengan tempo cepat dan nyaris tidak terkendali. Itu direkam oleh line up band yang berbeda dari sekarang. Ya, tak ada satu pun personel awal Napalm Death yang masih bertahan. [GP]

SHARE