3 Hal yang Tabu Dilakukan saat Menulis CV - Male Indonesia
3 Hal yang Tabu Dilakukan saat Menulis CV
MALE ID | Works

Menulis CV dengan mencantumkan berbagai hal adalah upaya paling mudah supaya Anda dapat meningkatkan nilai sebagai kandidat di sebuah perusahaan. Tapi, ada poin-poin penting yang perlu diperhatikan.

Photo by Helloquence on Unsplash

Mungkin Anda mengira bahwa ‘sedikit kebohongan’ hanyalah sedikit melebihkan profil Anda dari yang seharusnya. Percayalah, risikonya sangat besar. Dampaknya bisa merugikan diri Anda sendiri.

Perlu diketahui, ‘kebohongan kecil’ saat Anda menulis CV bisa dengan mudah ditemukan oleh bagian personalia perusahaan tempat Anda melamar kerja. Status Anda sebagai kandidat bisa gugur. Ini tiga hal yang tak boleh tertera di CV Anda:

Mengubah Jabatan Anda
Manajer personalia sekarang sudah menyadari bahwa banyak kandidat yang menulis kebohongan di resume, yakni mengubah jabatan mereka.

Misalnya, seorang kandidat yang menulis posisi supervisor padahal hanya sekadar bekerja sebagai asisten. Atau, pelamar yang menulis pengalaman di divisi copywriting, nyatanya bekerja tidak sesuai bidangnya.

Apakah Anda pernah melakukannya? Bahkan seandainya Anda melaksanakan tugas-tugas di yang sebenarnya tidak ada dalam job desk asli, jangan pernah mengganti nama jabatan atau menampilkan diri seperti yang menurut Anda paling menguntungkan di perspektif Anda.

Selalu pastikan Anda jujur daripada perusahaan tempat Anda sempat bekerja dulunya dihubungi oleh personalia dan terkuak bahwa yang dituliskan di CV tidak benar.

Mengaku Memimpin Sebuah Proyek
Di CV tertera Anda memimpin sebuah proyek, padahal Anda hanya merupakan anggota biasa. Ini adalah ‘dosa’ kecil di resume yang sangat umum dilakukan oleh para pelamar.

Melebih-lebihkan peran yang pernah Anda lakukan di sebuah perusahaan bukan tindakan bijak. Anda mungkin bisa mengelabui manajer personalia ketika proses seleksi, namun ketika wawancara berlangsung, Anda sudah tidak bisa berkelit.

Tulislah apa adanya mengenai skala keterlibatan Anda pada sebuah proyek. Hal itu jauh lebih baik untuk Anda sampaikan saat proses wawancara.

Melebihkan Hasil
Satu hal yang patut Anda ingat saat menulis CV adalah mencantumkan berbagai pencapaian dan hasil di masa lalu. Dari sinilah, bagian personalia akan menilai kualitas calon karyawan.

Tapi, saat Anda menyebutkan pencapaian di perusahaan lama, jangan sampai melebih-lebihkan hasil atau prestasi. Agaknya baik untuk menarik perhatian, tetapi ini bisa terdengar begitu subjektif. Sebaliknya, kemukakan hasil Anda sebenar-benarnya, tanpa ada yang dikurangi atau ditambahkan. [GP]

SHARE