Ternyata Begini Kunto Aji dalam Menulis Lagu Keren | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ternyata Begini Kunto Aji dalam Menulis Lagu Keren
Sopan Sopian | News

Mendengarkan lagu-lagu Kunto Aji seperti berenang dalam lautan kata penuh makna. Pemilihan kata yang ia sematkan dalam lirik lagunya begitu dalam. Sehingga tak sedikit pendengar hanyut dalam suasana yang puitis.

Photo by Sopian/male.co.id

Seperti diketahui, album pertama Kunto Aji yang bertajuk 'Generation Y' (2015) berhasil membawa namanya berada di jajaran atas solois pria Indonesia. Aji mengaku, kesuksesan dalam album pertamanya terletak dalam tema yang ia pilih, yaitu milenial.

"Kenapa milenial, pada saat itu marketnya besar sekali, mereka yang sedang mengalami quarter life crisis," tutur penyanyi asal Yogyakarta itu saat ditemui dalam acara bincang Shopee edisi Sumpah Pemuda "Inspirasi Nada, Karya Pemuda".

Menurutnya tema menjadi kunci utama dalam menulis sebuah album musik. Karena perlunya benang merah dari setiap lagu yang ada di dalam album itu sendiri. Dan itu menjadi alasan mengapa album kedua Kunto Aji yang berjudul 'Mantra Mantra' yang dirilis 2018 dibuat cukup lama.

"Yang jelas kalau bikin album itu mulai dari tema besarnya. Album pertama tentang milenial, album kedua tentang mental health issues," paparnya.

Selain tema, Kunto Aji mengatakan bahwa dalam menulis lagu harus memperhatikan perspektif, dinamika dan konklusi atau tidak konklusi. Tema yang menjadi payung atau ide besar sebuah album kemudian dibagi menjadi subtema yang tidak jauh dari tema.

Kemudian, untuk lirik lagunya sendiri, Kunto Aji mengakui tidak ingin menggurui, sehingga apa yang ia tulis merupakan apa yang ia rasakan sendiri. Sebagai contoh, lagu "Akhir Bulan" di mana Kunto Aji ingin menulis lagu tentang hedonisme.

Photo by Sopian/male.co.id

Tema lagu seperti ini, kata pria lulusan Akutansi itu, pernah disampaikan Efek Rumah Kaca (ERK) lewat lagu "Belanja Terus Sampai Mati." Untuk itu, Kunto Aji mengaku ingin menulis sesuatu yang berbeda dari sudut pandangnya sendiri.

Begitu juga dengan apa yang menjadi tema umum dan dirasakan banyak orang, seperti tema percintaan. Kunto Aji mengaku tema ini selalu dapat dibuat lagu dengan sudut pandang bermacam-macam.

Karena bermacam-macam ini, ia merasakan cukup jengah dengan tema cinta yang mainstream, di mana selalu menjadi pihak yang tersakiti. "Patah hatikan, nggak selalu harus menye-menye. Jadi bisa dibuat sesuai personalisasi saja" ucapnya.

Selanjutnya soal dinamika, hal ini pun penting diakui Kunto Aji dalam proses kreatifnya setiap kali menulis lagu. Dinamika yang dimaksud termasuk absennya lirik dalam sebuah lagu, karena menurut dia melodi musik dapat berbicara untuk menyampaikan pesan lagu kepada pendengar.

"Selain rap, jeda itu sangat penting dalam sebuah lagu karena orang butuh mencerna yang lirik yang didengar untuk dapat masuk ke kepala," tutur pria yang pernah main dalam film "Senggol Bacok" itu.

Kemudian yang terakhir, konklusi (simpulan atau pendapat), menurutnya juga perlu disertakan dalam lirik lagu. Konklusi ini, bahwasannya tidak harus menjawab problem dalam lagu, tapi bisa saja menggantung. "Ketika konklusi ini menggantung perasaan, justru membuat sebuah lagu kuat," terangnya.

Artinya, kata Kunto Aji, meski mereka yang mendengarkan tidak merasakan apa yang terjadi oleh si aku lirik di dalamnya, tetapi mereka bisa mengingat-ingat momen yang hampir sama. "Inti dari menulis lagu adalah kegelisahan. Apa yang saya pelajari membentuk kita sebagai penulis. Cobalah menemukan jati diri sendiri," tegasnya. *** (SS)

SHARE