Berhenti Merokok, Risiko Kanker Paru Hilang? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Berhenti Merokok, Risiko Kanker Paru Hilang?
Gading Perkasa | Sex & Health

Jika Anda perokok aktif, maka Anda berisiko lebih tinggi terkena kanker paru dibandingkan perokok pasif. Walau begitu, apakah kanker tersebut masih menjadi ancaman bagi mereka yang telah berhenti merokok?

berhenti merokok - male Indonesia

Perlu diketahui, bahwa pasca berhenti merokok, tubuh akan mengalami perubahan positif. Salah satunya yaitu peningkatan fungsi paru-paru. Anda yang telah berhenti merokok tidak akan lagi merasakan sakit saat bernafas dalam-dalam.

Tidak hanya itu, risiko Anda terkena serangan jantung dan stroke pun menurun setelah dua hingga tiga tahun.

Seperti dilansir dari OncoLink, usai berhenti merokok, risiko terkena kanker paru dan penyakit lain akan menurun dan terus berkurang. Butuh waktu sekitar 10 tahun tanpa rokok untuk menurunkan risiko kanker paru sebesar 50 %.

Terlebih, setelah 15 tahun berhenti merokok, maka risiko untuk terserang kanker paru semakin rendah, nyaris seperti mereka yang tak pernah merokok atau menghirup asapnya.

Kendati demikian, bukan berarti risiko kanker paru akan hilang sama sekali walau Anda berhenti. Ini karena tubuh sudah terlanjur terpapar rokok dalam waktu yang lama, sehingga efek racun pada rokok akan tetap berkembang di tubuh Anda.

Penyataan tersebut diperkuat setelah dilakukan penelitian kepada 600 partisipan yang dirujuk untuk operasi kanker paru. Hasilnya, dari semua partisipan, 77 % adalah mantan perokok dan 11 % pasien yang masih merokok.

Hasil itu juga menunjukan bahwa pasien yang menderita kanker paru, rata-rata telah berhenti merokok selama 18 tahun.

Dengan demikian, berhenti merokok hanya akan menurunkan risiko terkena kanker paru, namun tidak membuat Anda bebas dari kemungkinan menderita kanker tersebut.

Guna menurunkan risiko terjadinya kanker paru, Anda dapat melakukan pemindaian kesehatan. Lewat pemindaian, Anda bisa mendeteksi gejala awal kanker paru sehingga mengetahuinya lebih cepat dan segera dilakukan tindakan.

Dikutip dari Verywell Health, pemindaian kanker paru mengurangi tingkat kematian di Amerika Serikat sebesar 20 persen.

Ada dua kondisi dimana Anda sebaiknya melakukan pemindaian kanker paru, yaitu menjadi perokok aktif dengan menghabiskan dua bungkus per hari selama 15 tahun, serta masih merokok atau telah berhenti dalam 10 tahun terakhir.

Bila Anda tidak memenuhi kriteria diatas, boleh saja tetap memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pemindaian paru. Apalagi, jika Anda memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena kanker, maka Anda pun berisiko terkena kanker paru. [GP]

SHARE