Snapchat & WhatsApp Jadi Sumber Pencarian Berita - Male Indonesia
Snapchat & WhatsApp Jadi Sumber Pencarian Berita
Sopan Sopian | Digital Life

Facebook mungkin telah secara konsisten memimpin sebagai media pencarian berita. Namun, ada media sosial di urutan kedua yang menjadi pencarian untuk membaca berita. 

Photo by rawpixel on Unsplash

Studi baru dari Knight Foundation menemukan bahwa dikalangan milenial, Snapchat menjadi media sosial populer kedua untuk konsumsi berita setelah Facebook. Survei yang juga dimuat dalam laman Engadget ini dilakukan terhadap 5.844 milenial Amerika Serikat. Hasilnya 89 persen dari mereka mengungkapkan jika mendapatkan berita dari media sosial selama seminggu (waktu survei).

Tak dipungkiri memang, dari hasil survei itu, Facebook tetap bertengger di nomor puncak untuk pencarian berita, dengan 71 persen responden mengatakan mereka mendapatkan berita dalam seminggu itu lewat Facebook. Snapchat beradi di tempat kedua dengan 55 persen responden yang mengungkapkan kebiasaannya dalam mencari berita.

Disisi lain YouTube, Instagram dan Twitter menyusul dengan perolehan masing-masing 5 persen, 51 persen dan 42 persen responden. Tidak hanya sampai disitu, Pew Research Center juga menemukan melalui survei bahwa sekitar lima persen orang dewasa di Amerika mendapatkan berita mereka dari Snapchat.

Ini merupakan kenaikan yang konsisten selama dua tahun terakhir tetapi naik dari dua persen yang diukur pada 2016. Pada tahun tersebut, 17 persen pengguna Snapchat mendapatkan berita dari platform. Sedangkan pada 2017, survei Pew mencatat bahwa 29 persen pengguna sekarang mencari berita dari Snapchat.

Di sisi lain, dalam Edisi tahunan ketujuh Digital News Report melaporkan, kini orang semakin sedikit menggunakan  Facebook untuk menemukan atau membicarakan berita sementara aplikasi sosial seperti WhatsApp semakin digemari. Penurunan pemakai yang mengakses berita di Facebook disinyalir karena mencerminkan kekhawatiran akan masalah privasi dan buruknya perdebatan yang muncul di media sosial

Penelitian untuk mengkaji bagaimana orang mengakses berita di dunia ini dilakukan oleh Reuters Institute for the Study of Journalism di Universitas Oxford Inggris, dengan didasarkan pada survei online YouGov terhadap 74.000 orang di 37 negara.

Indikasinya adalah generasi muda lebih memakai WhatsApp, Instagram, dan Snapchat untuk mendapatkan berita, terutama karena semakin meningkatnya keinginan untuk membahas berita-berita secara lebih rahasia.  *** (SS)


 

SHARE