Sederet Fakta di Balik Mitos Ganti Oli Kendaraan - Male Indonesia
Sederet Fakta di Balik Mitos Ganti Oli Kendaraan
MALE ID | Sport & Hobby

Melakukan perawatan mesin kendaraan satu diantaranya dengan memperhatikan oli mesin. Sehingga ganti oli merupakan salah satu aktivitas rutin yang harus dilakukan. 

Photo by Tim Mossholder on Unsplash

Oli memiliki beberapa fungsi penting untuk menjaga performa sekaligus kondisi mesin kendaraan Anda. Dengan kata lain, semakin bagus kualitas oli yang melekat pada mesin kendaraan Anda, maka semakin bagus pula performa mesin yang akan dihasilkan.

Namun ingat, Anda tidak dapat menggunakan sembarang jenis oli, jadi sebaiknya sesuaikan atau konsultasikan dulu dengan beberapa teknisi ahli mengenai penggunaan oli yang cocok dengan tipe kendaraan Anda. Di balik itu semua, perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa fakta dibalik mitos ganti oli yang perlu Anda ketahui.

Sering Kena Macet Harus Sering Ganti Oli
Saat Anda mendengar bahwa kemacetan dapat menentukam ganti oli, itu adalah mitos belaka. Faktanya, oli kendaraan Anda perlu diganti karena oli stres, rusak, atau mengalami penurunan performa, dan menghilangkan tiga fungsi utama pelumas, yang mana salah satu penyebab stresnya oli disebabkan umur pemakaian yang di dunia maintenance disebut operating statistic (hours, odometers, days/month, dan lain sebagainya).

Gonta-Ganti Merek Oli Bikin Kendaraan Rusak
Mitos satu ini sudah pasti sering Anda dengar dan membuat banyak pengendara berpikir berkali-kali sebelum mengganti oli yang dipakai dengan merek lain. Lalu benarkah mitos ini?

Ternyata mitos ini setengah benar. Sering gonta-ganti merek oli mesin kendaraan memang bisa menyebabkan kerusakan pada mesin bila dilakukan dengan cara yang salah. Setiap merek oli memiliki formulasi dan senyawa yang berbeda-beda. 

Nah, percampuran senyawa yang berbeda inilah yang dapat menimbulkan endapan dan berdampak buruk pada performa mesin kendaraan. Untuk menghindari dampak buruk ini, usahakanlah untuk melakukan flashing atau menguras mesin dari sisa-sisa oli lama yang tertinggal sebelum menggantinya dengan oli merek lain.

Warna Oli Menunjukan Kepekatan, Harus Ganti Oli
Untuk mitos yang satu ini mungkin tidak ada yang sadar. Kebanyakan orang memang menjadikan perubahan warna oli sebagai indikator waktu untuk mengganti oli kendaraan. Padahal, perubahan warna oli menjadi lebih pekat justru merupakan hal yang wajar. 

Warna pekat pada oli sebenarnya adalah hasil kerja dari oli tersebut dari mengumpulkan partikel-partikel kecil dan mengikatnya agar tidak menjadi endapan. Hal ini sering ditemukan pada oli yang mengandung detergen sebagai aditifnya.

Tidak perlu khawatir, hal ini pun tidak akan menghalangi fungsi oli tersebut. Jadi, perubahan warna oli tidak bisa menjadi patokan sebagai waktu yang tepat untuk ganti oli mesin sepeda motor.

Setiap 3.000 mil Harus Ganti Oli
Setiap kendaraan memiliki sistem penggantian oli yang bervariasi sesuai dengan jenis kendaraan tersebut. Meskipun beberapa produsen kendaraan merekomendasikan ganti oli setiap 3.000 mil, produsen yang lain mungkin merekomendasikan pergantian oli setiap per 7.000 mil. Jika Anda masih ragu, mengaculah pada buku panduan kendaraan Anda.

Nah, itulah beberapa fakta dari beberapa mitos yang kerap beredar terkait ganti oli. Untuk mengetahui oli berkualitas khususnya mobil, Anda perlu mengetahui katalognya di sini. *** (SS)

SHARE