JP Cooper, Dari Barista Merambah Dunia Musik - Male Indonesia
JP Cooper, Dari Barista Merambah Dunia Musik
MALE ID | News

Di penghujung 1990-an, musisi asal Manchester, Inggris, JP Cooper menggantungkan hidupnya dengan menjadi seorang barista. Sembari bekerja, ia tidak pernah sekalipun melupakan musik.

Photo credit: ANSPressSocietyNews on Visualhunt.com / CC BY-ND

Bahkan ketika akhir pekan tiba, JP Cooper bermain musik di kafe atau restoran. Sayangnya ia tidak mendapatkan bayaran untuk itu. “Saya sangat suka membuat kopi. Saya juga menekuni musik, walau tidak memperoleh apa-apa dari sana,” katanya.

Rupanya, kehidupan musik seolah menariknya ke arah yang lebih dalam. Titchy Coffee, tempat ia bekerja sebagai barista, dekat dengan sekolah musik.

Hampir setiap hari, ia bertemu orang-orang yang ada di sana dan berdiskusi mengenai musik. Beberapa tahun kemudian, Cooper meninggalkan dunia barista dan mengeluarkan album berjudul Raised Under Grey Skies (2017). Hits single berjudul September Song, menempati urutan 7 tangga lagu di Inggris.

Gemar Membuat Puisi
Pada World Poetry Day 2018, JP Cooper turut ambil bagian. Seperti dilansir dari Wonderland Magazine, ia diajak oleh Julius Meinl dalam acara bertajuk “Pay With A Poem”.

Di acara tersebut, ia tampil membawakan musikalisasi puisi dengan lirik yang ditulisnya sendiri. Cooper juga sedikit menyinggung bahwa dirinya memang dilahirkan untuk menjadi seorang barista sekaligus penulis.

“Sejak kecil saya tidak tertarik membaca puisi. Tetapi dalam menulis lagu, puisi adalah inspirasi yang sempurna. Sekarang, saya masih menulis lagi berdasarkan puisi yang saya baca,” tutur dia.

Menaruh Perhatian Pada Kesehatan Mental
Selain September Songs, lagunya yang cukup terkenal adalah Closer. Dengan genre musik tropical house, lagu ini punya tema riang gembira dan seakan mengajak para pendengarnya untuk berdansa.

Namun, fokusnya bukan hanya pada musikalitas saja. Sebab, ia juga menaruh sedikit perhatian pada masalah kesehatan mental.

Dalam video klip Closer, Cooper mengangkat pentingnya kesehatan mental. Kisahnya mengenai seorang ayah yang hidup dengan keputusasaan bersama sang anak lantaran istrinya meninggal dunia.

Dari situ dijelaskan, bahwa semua orang pasti mengalami fase dimana mental terjatuh. Menurutnya, sebagai kerabat dekat dan keluarga, setiap orang harus sadar akan masalah tersebut.

Sekadar informasi, JP Cooper pernah mengalami masalah mental. Dirinya sering mengurung diri di kamar selama 24 jam penuh. Demi mengatasi hal itu, ia meluapkannya dengan bermain musik. [GP]

SHARE