Alasan Generasi Milenial Enggan Punya Pasangan - Male Indonesia
Alasan Generasi Milenial Enggan Punya Pasangan
MALE ID | Relationships

Generasi milenial tergantung pada perangkat pintar, itu tak usah diragukan lagi. Bahkan sebuah penelitian mengungkap, 90 % milenial mengandalkan ponsel untuk keselamatan diri.

generasi milenial - Male Indonesiapexels.com

Tapi, ada hal menarik lain pada temuan terbaru yang dipublikasikan oleh aplikasi kencan, Tinder. Rupanya, terbiasa hidup ditemani smartphone sebagai sarana sosialisasi membuat generasi milenial, khususnya pria, cenderung malas punya pasangan.

Studi menyimpulkan bahwa generasi milenial lebih bahagia dan nyaman menjalani status single. Studi yang diselenggarakan terhadap 1.000 partisipan ini mempelajari perilaku milenial tanpa pasangan menjalani kencan.

Hasil yang diperoleh peneliti cukup mengejutkan, 72 % partisipan secara sadar memilih tidak memiliki pasangan. Mereka mengaku, tidak butuh lawan jenis.

Lalu, sebanyak 81 % partisipan setuju, hidup melajang lebih menguntungkan mereka dibandingkan mempunyai pasangan atau menjalani hubungan yang dianggap romantis.

Alasannya, mereka lebih banyak waktu untuk mengembangkan diri dan karier, serta meningkatkan kesejahteraan pribadi. Seluruhnya dipandang berjalan optimal tanpa pasangan.

Sekitar 17 % partisipan pria mengaku merasa lebih semangat saat tidak menjalani hubungan dengan wanita mana pun.

47 % pria milenial menyatakan, mereka memilih hidup tanpa pasangan. 34 % partisipan mengaku ingin fokus pada pendidikan.

Lalu, apakah ini berarti generasi milenial enggan menjalin hubungan serius? Sebanyak 39 % partisipan menjawab takut menghadapi hal itu karena tidak ingin hidup menjadi membosankan.

Kemudian, lebih dari 55 % partisipan berpendapat, teman-teman mereka yang masih lajang menjalani hidup lebih menyenangkan daripada teman yang punya pasangan.

Studi juga memaparkan alasan lain yang membuat milenial mau hidup sendiri, yakni takut salah memilih pasangan.

Berdasarkan survei terungkap juga 46 % partisipan pria tidak optimis menjalani hubungan jangka panjang karena khawatir langkah yang mereka pilih malah merugikan di kemudian hari.

Terakhir, 46 % partisipan pria akan tetap hidup single karena tidak mau mengorbankan kebebasan dalam beraktivitas serta berencana untuk masa depan.

Daniel Sher, seorang psikolog klinis bersertifikasi dari Cape Town, Afrika Selatan, mengatakan, pertimbangan lain banyak orang hidup sendiri lantaran masalah ekonomi.

Fluktuasi kondisi ekonomi yang serba tidak menentu menjadikan sejumlah partisipan ragu mencari pasangan. Sebab, butuh persiapan uang dan kestabilan finansial.

Hal-hal tersebut bisa menimbulkan beban tersendiri, sehingga tak sedikit orang menghindar dan menikmati hidup sebisanya. [GP]

SHARE