Berpikir Keras Punya Potensi untuk Bakar Kalori - Male Indonesia
Berpikir Keras Punya Potensi untuk Bakar Kalori
MALE ID | Sex & Health

Hampir setiap hari Anda menghabiskan waktu di kantor, dan pekerjaan Anda melibatkan pemecahan masalah yang kompleks serta memaksa untuk berpikir keras.

Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Pertanyaannya, apakah berpikir keras yang notabene melepaskan kekuatan ekstra di tempat kerja bisa membantu membakar kalori Anda?

“Jawaban dasarnya adalah iya,” ujar Ewan McNay, profesor psikologi dan ilmu perilaku dari University of Albany.

McNay mengatakan, otak tidak seperti bagian tubuh lainnya, dan bekerja secara ekslusif pada glukosa. Diketahui bahwa kegiatan kognitif yang berat, seperti berpikir keras, membutuhkan lebih banyak glukosa dibanding berpikir biasa.

Selama tugas menghafal, wilayah otak yang terlibat dalam pembentukan memori akan mulai mengonsumsi lebih banyak energi, sedangkan wilayah lainnya seolah tidak menunjukkan peningkatan seperti itu.

“Faktanya, Anda akan membakar energi lebih banyak saat mengerjakan tugas kognitif yang sulit,” tutur dia.

Namun, ia menambahkan, dalam konteks pengeluaran energi keseluruhan, beda pembakaran kalori dari berpikir dengan tugas yang lainnya sangatlah kecil.

Jika Anda bukan atlet profesional, sebagian besar energi yang digunakan tubuh tidak banyak terkait gerakan olahraga atau latihan fisik.

Sekitar 8 - 15 % asupan makanan langsung menuju ke pencernaan, sementara porsi yang lebih banyak digunakan untuk memperkuat organ agar Anda tetap hidup dan berfungsi.

Menurut McNay, tidak ada organ tubuh yang menuntut lebih banyak energi ketimbang otak.

“Sebagai konsumen energi, otak merupakan organ ‘paling mahal’ yang ada di tubuh Anda,” kata Marcus Raichle, profesor kedokteran di Washington University School of Medicine.

Dari penelitian Marcus, diketahui walau otak hanya mewakili 2 % dari total berat badan seseorang, namun ia memakai 20 % energi tubuh. Artinya, di hari-hari biasa, seseorang menghabiskan 320 kalori hanya untuk berpikir.

“Jika kami meneliti Anda dengan pemindai, kami dapat melihat apa yang terjadi di otak saat berada di depan televisi atau mengisi teka-teki silang,” ucap Marcus.

“Namun, aktivitas otak juga akan berubah jika kami memberi tugas yang menuntut. Tentu saja, itu akan menggunakan lebih banyak energi,” ucapnya lagi.

Meski demikian, Marcus mengatakan bahwa tidak mungkin Anda bisa kurus hanya dengan berpikir. Selagi otak membakar banyak energi, perubahan dalam aktivitas otak terjadi sebentar, sekitar 5 % dari keseluruhan.

Bahkan, ketika otak Anda tenggelam dalam masalah yang sangat sulit sepanjang hari, perubahan 5 % ini tidak akan bertambah.

Sebagian besar konsumsi energi otak diarahkan untuk mempertahankan kewasapadaan, memantau lingkungan sekitar dalam mengolah informasi penting, dan lainnya. [GP]

SHARE