5 Film Paling Sadis & Kontroversial di Dunia - Male Indonesia
5 Film Paling Sadis & Kontroversial di Dunia
MALE ID | News

Banyak hal yang membuat film menjadi kontroversial sehingga film tersebut tidak ditayangkan di beberapa  negara. Hal itu bisa terjadi karena keluar dari normal atau nilai yang dianggap bertentangan dengan masyarakat di mana film itu akan diputar, bisa juga karena banyaknya adegan panas, hingga kesadisan yang ditonjolkan lebih banyak.

Banyakkah film yang masuk dalam kategori seperti itu? Jawabannya banyak. Bahkan, setiap waktu ada saja film yang memicu kontroversi. Berikut beberapa film yang memicu kontroversi di dunia karena kesadisannya.

I Spit On Your Grave

Film yang dibuat pada tahun 1978 dengan genre revenge. Film ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Jennifer yang diperankan oleh Camile Keaton. Dia merupakan seorang penulis yang ingin menyelesaikan naskah novelnya dengan tenang. Sehingga Jennifer memilih untuk menyendiri di sebuah kabin terpencil di pinggiran kota.

Namun saat berada di kabin itu, dia diserang dan diperkosa oleh segerombolan pria. Mengalami kejadian itu, Jennifer memilih untuk tetap berada di dalam kabin untuk menyusun rencana balas dendam. Dia ingin membunuh para pelaku yang telah melecehkannya.

Film ini diberi rating 'X' dan dibanned di negara Inggris dan Jerman karena menampilkan adegan pemerkosaan yang memilukan serta kekerasan sadis. Tak hanya itu, film ini menjadi kontroversi karena dianggap merendahkan martabat seorang wanita.

The Clockwork Orange

Film karya Stanley Kubrick ini dicekal di Inggris karena mencoba mengisahkan bagaimana masa depan negara yang terkenal dengan ratu Elizabeth tersebut suram akibat perkembangan paham fasisme di pemerintahan. Tak hanya itu, film ini juga menampilkan banyak adegan pemerkosaan dan kekerasan.

Alhasil, pemerintah Inggris marah, pers mengkritik besar-besaran terhadap Kubrick. Keluarga Kubrick sendiri mendapat teror dan diancam oleh beberapa pihak. Parahnya, banyak pemuda di Inggris dan melakukan pembunuhan di dunia nyata karena tidak ingin negaranya menjadi seperti yang digambarkan oleh film The Clockwork Orange. Kontroversi menjadi bertambah parah dan susah untuk dikendalikan.

Akhirnya Kubrick menghubungi pihak Warner Bros untuk segera menghentikan penayangan film tersebut. Namun setelah film dihentikan, ternyata para pemuda yang melakukan kriminal atau pembunuhan itu sama sekali belum menonton film The Clockwork Orange. Mereka mengaku hanya terpengaruh oleh pemberitaan media yang terlalu melebih-lebihkan. Fakta tersebut membuat Kubrick menjadi sangat marah.

The Exorcist

Film yang dirilis pada 1973 ini dianggap sangat kontroversi karena menyinggung SARA. Bertema horor, fil The Exorcist menceritakan seorang gadis berusia 13 tahun yang mengalami kesurupan.

Kesurupan itulah yang paling banyak dikecam oleh masyarakat dunia. Sebab gadis bernama Regan ini saat kesurupan menunjukkan adegan masturbasi dengan menggunakan salib dan memaki-maki Tuhan. 

Film ini dicekal di Inggris kala itu. Bahkan sang pemeran Regan sampai harus dikawal oleh bodyguard selama berbulan-bulan karena banyak pihak yang percaya dia benar-benar terkutuk oleh setan.

Pemuka agama menilai bahwa The Exorcist merupakan film horor paling seram sekaligus dikutuk sebagai film penyebar setan, meskipun sebenarnya alur cerita film ini adalah tentang perjalanan keyakinan dari tempat gelap ke terang.

Salo, or The 120 Days of Sodom

Pasolini menulis dan menyutradarai film tahun 1975 ini berdasarkan buku “The 120 Days of Sodom” karya Marquis de Sade. Seperti bukunya, film Salo terbagi menjadi empat segmen, yakni Anteinferno, Circle of Manias, Circle of Shit, dan Circle of Blood. 

Salo berlatar kisah di Republik Salo, yang dikuasai pemerintah fasis Italia pada tahun 1944. Empat orang pria penguasa korup, Duke, Bishop, Magistrate, dan President, yang menculik sembilan cowok remaja dan sembilan cewek remaja.

Selama empat bulan, para remaja ini lalu dieksploitasi secara seksual oleh empat pria penguasa beserta para anak buahnya. Para remaja itu juga mengalami aksi kekerasan yang sangat ekstrim dan brutal yang sulit untuk kita bayangkan sebelumnya. Meski dicap sebagai film kontroversial dan dilarang oleh banyak negara, Salo tetap menuai pujian dari pengamat film dan sejarawan.

Teet

Film indie ini pasti menyeramkan bagi para pria. Sebab, kisahnya sarat tentang kastrasi alias pengebirian. Teeth berkisah soal seorang gadis remaja, Dawn, yang memiliki vagina bergigi (vaginadentata). Kelainan alat kelaminnya ini baru diketahui Dawn ketika dia diperkosa oleh Tobey, pria satu sekolah yang ditaksirnya. Ketika itu, penis Tobey terpotong oleh vagina Dawn. Darah pun membanjiri, dan Tobey tewas kehabisan darah.

Dari situ pelan-pelan Dawn sadar bahwa vagina bergigi yang dimilikinya akan beraksi sesuai amarah Dawn sendiri. Ketika tayang perdana dalam Festival Film Sundance, Teeth menjadi film paling dibicarakan dalam ajang tersebut. Berbagai ulasan sepakat menyebut Teeth sebagai film yang cerdas, orisinal, dan lucu sekaligus mengerikan. *** (SS)

SHARE