Kenali Gelaja Stroke & Makanan Pemicunya - Male Indonesia
Kenali Gelaja Stroke & Makanan Pemicunya
Sopan Sopian | Sex & Health

Penyakit stroke menjadi momok yang tidak hanya menyerang orang lanjut usia. Anak muda pun rentan terserang stroke karena mengadopsi pola hidup kurang sehat. Penyakit stroke timbul karena kurangnya suplai darah ke otak, yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Photo by Antoine Da cunha on Unsplash

Jika kondisi ini terjadi, sel-sel otak yang tidak mendapatkan suplai darah akan mati dan menimbulkan beberapa gejala. Pada umumnya, gejala stroke dapat terlihat dari perubahan sensorik dan motorik. Penderitanya dapat mengalami kelumpuhan di anggota tubuh tertentu sehingga sulit untuk digerakkan.

Gejala stroke juga tergantung dari seberapa banyak jaringan otak yang kekurangan suplai darah. Misalnya, seseorang yang terkena stroke ringan biasanya mengalami kelemahan atau lumpuh sementara pada satu tangan atau kaki. Namun, mereka yang terkena stroke parah bisa mengalami lumpuh permanen pada satu bagian tubuhnya dan tidak bisa bicara.

Pada beberapa kasus, penderita bisa sembuh total dari stroke. Karena sebenarnya stroke tidak harus menyebabkan kecacatan, asalkan suplai darah yang terhenti segera dikembalikan, baik dengan penanganan medis atau kembali normal dengan sendirinya. Sayangnya, dua pertiga penderita stroke biasanya akan menjadi cacat, atau lumpuh permanen di sebelah kakan atau kiri bagian tubuh, akibat terlambat ditangani. 

Kenali Gejalanya dengan Metode FAST
FAST adalah akronim yang dibuat untuk memudahkan orang bisa mengenal dan mendeteksi gejala stroke dengan cepat. Bahkan, Asosiasi Stroke Amerika (ASA) menciptakan aplikasi handphone yang dinamakan FAST, untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap gejala stroke.

F: Face drooping (wajah terkulai). Anda sering mendapati pasien stroke yang senyumnya miring tidak simetris? Ketika mendapati seseorang bangun tidur dan tiba-tiba senyumnya miring ke sebelah sisi wajah, jangan malah ditertawakan. Satu bagian wajah turun disertai mati rasa, sehingga senyumnya terlihat tidak simetris adalah gejala stroke mini yang paling umum.  Segera ajak ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

A: Arm weakness (kelemahan pada tangan). Saat orang di rumah mendadak tak bisa mengangkat salah satu atau kedua tangannya, jangan tunda membawanya ke rumah sakit. Kadang gejala lengan yang terkulai ini disertai mati rasa.

S: Speech difficulty (kesulitan berbicara). Orang yang terkena stroke biasanya tidak jelas atau kesulitan ketika berbicara. Kata-kata yang diucapkan biasanya terdengar tidak jelas sehingga orang lain tidak bisa mengerti. Jika gejala ini muncul mendadank, instruksikan orang tersebut untuk mengulang satu kalimat yang mudah dan perhatikan jika ia mengalami kesulitan dalam mengucapkannya. 

T: Time to call (Segera hubungi rumah sakit). Jika orang tersebut menunjukkan salah satu atau lebih gejala di atas, segera hubungi rumah sakit. Biarpun gejala yang dialami hanya sebentar, dan beberapa menit dapat pulih kembali, Anda tetap harus segera membawa ke rumah sakit.  

Makanan yang Sebabkan Stroke
Karena mengkhawatirkan dan seramnya penyakit ini. Anda harus berhati-hati dalam menjaga gaya hidup Anda. Melansir dari webmd.com, ada beberapa makanan yang perlu Anda kurangi konsumsinya, di antaranya senagai berikut.

Mengandung Gula
Sudah jadi rahasia umum bila makanan yang mengandung gula memiliki risiko stroke yang cukup tinggi. Tetapi sayangnya, masyarakat cenderung memilih makanan dengan cita rasa yang manis sebagai salah satu pilihannya.

Hampir seluruh penelitian tentang stroke membuktikan jika makanan yang memiliki kadar gula tidak boleh dikonsumsi terus-menerus. Makanan manis akan merusak pembuluh darah dan jaringan yang bisa sebabkan diabetes, kerusakan saraf, bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Daging Merah
Mengonsumsi daging sangat baik untuk tubuh. Tetapi perlu diperhatikan jika tidak semua daging baik dikonsumsi terlalu sering. Daging merah merupakan daging yang kaya untuk protein, sehingga baik untuk pembentukan otot.

Namun daging merah memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi yang dapat meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung dan stroke. Lemak dalam daging merah tersebut berpotensi menyumbat pembuluh darah sehingga alirannya tak lancar sehingga bisa juga menyebabkan tekanan darah tinggi.

Daging merah baik dikonsumsi, jika dalam jumlah yang baik pula. Yang termasuk daging merah antara lain daging sapi dan daging kambing atau domba.

Gorengan
Indonesia sudah familiar dengan makanan nikmat yang satu ini. Apalagi jika disajikan dengan cabai rawit, pasti lebih nikmat. Sayangnya mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak akan menimbulkan kolesterol pemicu strok yang cukup tinggi. Ini karena minyak yang digunakan untuk menggoreng gorengan mengandung lemak trans yang cukup tinggi. Lemak trans tersebut akan memicu risiko penyakit stroke lebih tinggi.

Makanan Cepat Saji
Di situasi terdesak, seseorang lebih memilih makanan yang cepat saji, atau bahkan makanan kaleng yang mengolahnya lebih praktis. Tetapi mengonsumsi makanan siap saji terlalu sering akan membuat tubuh lama kelamaan akan teracuni dengan kandungan berbahaya lainnya.

Makanan kaleng dan cepat saji memiliki kandungan MSG yang cukup tinggi yang dapat merusak tubuh seseorang. Selain itu, makanan siap saji atau kaleng khususnya, pasti memiliki zat pengawet yang tinggi. Zat itu merupakan pemicu utama terkena stroke. *** (SS)

SHARE