Pusuk Buhit, Tanah Lahir Suku Batak yang Indah - Male Indonesia
Pusuk Buhit, Tanah Lahir Suku Batak yang Indah
Sopan Sopian | Relax

Tempat wisata di Pusuk Buhit mungkin banyak yang belum mengenalnya. Gunung Pusuk Buhit yang terletak di sekitar Danau Toba memiliki pemandangan alam yang sangat memesona. Serupa dengan Gunung Sibayak yang dianggap kramat oleh Suku Batak, Gunung Pusuk Buhit juga dianggap kramat oleh masyarakat sekitar.

Photo by Johnnysiahaan on Wikipedia

Gunung yang hanya memiliki ketinggian 1972 ini menawarkan pesona alam yang mampu mencengangkan siapa saja yang melihatnya. Di sana berbagai aktivitas bisa dilakukan tapi yang paling populer adalah trekking. 

Ada dua pilihan jalur ketika berencana untuk trekking, pertama, Anda bisa mulai dari Desa Huta Ginjang. Pilihan lainnya adalah Desa Aek Rangat. Sebagian besar wisatawan memilih jalur pertama karena jalur ini juga cocok untuk pemula. Jalannya mudah. 

Selain itu, jalur ini memiliki banyak titik wisata yang menarik. Meski memungkin mengendarai sepeda motor, hanya bisa sampai di tengah gunung. Dari situ, perjalanan selanjutnya akan ditempuh dengan berjalan kaki. Karena alasan ini, Anda perlu berada dalam kondisi yang baik sebelum mengunjungi Pusuk Bukit.

Tetapi ketika Anda sampai di Puncak Pusuk Buhit Anda bisa dapat menikmati keindahannya. Karena gunung ini juga menjadi tempat yang paling ideal untuk melihat secara keseluruhan Danau Toba. 

Bukan hanya itu saja, fenomena matahari terbit dan tenggelam di sana begitu sempurna untuk disaksikan. Selain itu kita pun dapat menikmati kerajian masyarakat lokal berupa ukiran motif cicak yang banyak terdapat dalam berbagai kerajinan khas Batak.

Photo by Jihesi on Wikipedia

Di balik keindahannya, Pusuk Buhit juga dikenal sebagai tempat asal mula orang Batak. Konon menurut cerita legenda masyarakat Pusuk Buhit, orang Batak merupakan dari keturunan manusia setengah dewa, yaitu Siraja Odap-odap dan Siboru Panujar yang menurunkan pasangan pertama manusia Batak di Pusuk Buhit.

Kemudian pasangan itu yang bernama Raja Ihat dan Itam Manisia yang menjadi leluhur Siraja batak tersebut membangun sebuah perkampungan pertama Batak di antara Lembah Sagala dan Lembah Lintong Maulana. Dan kampung itu dikenal dengan nama Sigullati. Tidak lama kemudian membuka kampung baru lagi yang diberi nama Sianjur Mula-Mula.

Namun, ada banyak versi cerita legenda masyrakat Batak di kawasan Pusuk Buhit, untuk tahu cerita ini langsung, tentu Anda perlu memahami bahasa batak. Karena warga sekitar masih belum banyak yang fasih berbahasa Indonesia. Namun, jika Anda pergi dengan pamandu wisata, Anda bisa menanyakannya untuk menjadi penerjemah.

Apabila Anda berencana untuk menikmati keindahan Pusuk Buhi ini dari Jakarta atau Medan, Anda dapat naik pesawat langsung menuju Bandara Silangit di Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara. Dari Bandara dilanjutkan naik taxi menuju Pangururan hingga ke Desa Huta Ginjang.

Apabila menggunakan jalur darat,  Anda perlu menuju ke Karo dan melewati Tele Tower. Tujuan anda adalah Pangururan. Dari sini, Anda bisa langsung menuju ke Desa Huta Ginjang. Sebagai alternatif, Anda bisa menuju ke Simalungun melewati Desa Tomok. *** (SS)

SHARE