Perjalanan Panjang Restoran Jalanan Food Truck - Male Indonesia
Perjalanan Panjang Restoran Jalanan Food Truck
MALE ID | Story

Food Truck di Indonesia makin di gandrungi. Milenial tidak asing dengan makanan yang dijual di dalam truk yang diubah sedimikian rupa itu. Namun di berbagai negara food truck telah banyak beredar, apalagi negara bagian Eropa dan Amerika.

Photo by Emily Fletke on Unsplash

Kemunculan food truck ternyata tidak hadir pada era milenum. Namun memiliki sejarah panjang di belakangnya. Kehadiran makanan di dalam truck tidak terlepas dari kebutuhan makanan cepat saji dan jalanan yang membentuk kota-kota besar.

Hal itu terjadi di Jepang dengan gerobak yang menjual sushi, juga di New York dengan gerobak dorong di jalanan yang menjual makanan sejak 1691. Mobil makanan dan makanan jalanana, menurut laman diegocoquillat, telah menjadi bagian dari kebiasaan makanan orang Amerika sejak abad ke-17 dan lebih banyak ditemukan di kota-kota besar Pantai Timur.

Sejak saat itu, truk-truk berkuda telah mengambil posisi belakang ke dunia makanan Amerika yang disajikan di jalanan dan, sekarang, itu adalah bagian dari revolusi makanan yang sedang berlangsung hingga saat ini.

Pada abad XIX, food truck memiliki dua perkembangan penting, pertama adalah dari perjalanan seorang peternak Chuck Wagon di tahun 1866 di mana ia bersiap untuk memindahkan banyak ternak melintasi padang pasir, jadi tidak ada cara untuk mendapatkan makanan. Agar tetap bertahan, ia memasang kotak untuk menyimpan peralatan dan bumbu makanannya.

Di sisi lain, di kota-kota besar, trem-trem tua yang tidak digunakan dibuat menjadi kafe-kafe kecil. Beberapa bahkan didekorasi dengan gaya vintage. Restoran-restoran itu kehilangan roda dan menjadi tempat yang terkenal. 

Cerita lain, mengungkapkan bahwa sebelum ada food truck pada tahun 1890, banyak kerumunan orang di jalanan Boston yang mencari makanan pada malam hari. Walter Scott yang merupakan seorang pedagang kopi dan sandwich dalam keranjang memanfaatkan peluang tersebut.

Awalnya Water Scott hanya menggunakan sebuah keranjang untuk menjajakan daganganya. Seiring berjalannya waktu, Walter Scott kemudian memutuskan untuk mengganti keranjangnya dengan sebuah gerobak makanan. Mulai sejak saat itu, banyak pedagang yang mengikuti cara Walter Scott berjualan dengan sebuah gerobak.

Gerobak ini menjual berbagai jenis kuliner Amerika, mulai dari kopi, sandwich hingga pai apel. Menjamurnya pedagang gerobak membuat sebagian besar restoran geram. Akhirnya berbagai kota di Amerika mulai melarang keberadaan gerobak makanan ini.

Untuk mempermudah penjualan makanan, dari waktu ke waktu akhirnya gerobak ini berubah menjadi food truck hingga saat ini. Barulah pada abad ke-20, truk berevolusi pesat untuk menjakakan makanan. Pada abad ke-21 jenis bisnis ini mulai booming. 

Pada tahun 2008, Roy Kogi menaklukkan Los Angeles dengan taco barbekyu Asia, hito que, dan menandai kelahiran truk makanan saat ini. Kemudian di Spanyol kehebohan food truck meletus pada pertengahan 2013 dengan karakteristik gelembung gastronomi. Para pemilik food truck adalah mereka yang memiliki gaya hipster. Namun, kini di berbeagai negara, mereka yang memilik bisnis ini mulai bervariasi. Truk diubah sedemikian rupa dan menjadi tempat nongkrong yang asik. *** (SS)

SHARE