Motor Perang Harley Davidson yang Diburu Kolektor - Male Indonesia
Motor Perang Harley Davidson yang Diburu Kolektor
MALE ID | Sport & Hobby

Apa yang ada di benak Anda kalau mendengar brand Harley Davidson? Ya, pastinya stigma moge melekat banget dengan motor keluaran pabrik dari Amerika Serikat ini.

 wikimedia commons

Memang, sejak awal berdirinya, Harley Davidson berfokus pada produksi motor buat kebutuhan perang. Mulai Perang Dunia I sampai Perang Dunia II, HD berkontribusi besar terhadap militer Amerika.

Kontribusi pertamanya pada Negeri Paman Sam adalah saat Harley Davidson membikin motor pertama yang memiliki senapan mesin untuk tentara AS.

Motor itu kemudian dipakai melawan revolusioner Pancho Villa dari Meksiko di perbatasan AS-Meksiko.

Mereka memberi nama Harley Davidson J dan JD series. Masuk ke era Perang Dunia I, pabrikan tersebut juga menggenjot produksi motor perangnya. Bahkan sepertiga dari motor yang mereka ciptakan pada tahun 1917 - 1918 digunakan militer AS.

Berbarengan dengan era Perang Dunia, mereka mendirikan Quartermasters School yang kini dikenal sebagai Universitas Harley Davidson. Usai dibentuknya sekolah mekanik, jumlah produksi motor semakin bertambah.

Bahkan, selama Perang Dunia II, HD memproduksi lebih dari 90.000 seri WLA. Motor ini lahir karena permintaan dari pemerintah yang menganggap produksi motor militer masih kurang masif.

Demi menjawab panggilan tugas itu, HD menciptakan WLA --dikenalkan pada 1940-- dibangun dari model WL yang populer.

Harley Davidson WLA digunakan sebagai transportasi yang paling ideal untuk pengantar pesan, pengintaian, dan kontrol lalu lintas pada Perang Dunia ke II.

Motor ini juga menjadi pos radio mobile yang berfungsi menghalangi sinyal komunikasi musuh. Tentara AS pun meminjamkan WLA ke sekutu melalui perjanjian pinjam dan sewa.

WLA dibekali mesin bullet proof 45 kubik, berpendingin udara, dan flathead mill. Memang sektor mesin sengaja dibuat sederhana, tahan lama, serbaguna agar mudah perawatannya, serta tangguh di medan perang.

Beberapa bagian diubah, seperti warna yang gelap dan penyematan aksen hitam agar bisa mengelabui musuh. Valent fender serta bagian crankcase pada motor ini dilepas demi menghindari penyumbatan lumpur dan masuknya air.

Karena dimanfaatkan sebagai kendaraan perang, HD menambahkan beberapa aksesoris ke WLA. Antara lain sarung senjata, kotak amunisi, pelindung kaki, dan saddle bag.

Saking terkenal dengan ketangguhannya, pemerintah Indonesia rupanya juga pernah memakai WLA untuk dinas. Pada tahun 1965, Harley Davidson WLA ditetapkan sebagai kendaraan operasional Pomal, Patwal, dan PM.

Saat ini, sangat sulit menemukan WLA mengaspal di jalanan. Namun justru itulah yang membuatnya semakin diburu oleh para kolektor. [GP]

SHARE