Ambisi Nick Pope Jadi Kiper Terbaik Inggris - Male Indonesia
Ambisi Nick Pope Jadi Kiper Terbaik Inggris
MALE ID | Sport & Hobby

Menjadi tangguh sebagai kiper di tanah Inggris tidak dicapai dengan mudah oleh seorang Nick Pope. Kiper tim nasional Inggris ini memiliki perjalanan panjang yang terjal. Ia harus benar-benar merasakan posisi paling bawah dalam hidupnya. Pope sempat merasa kariernya di sepak bola sudah tamat.

Photo by Mattythewhite on Wikipedia

Saat masih muda, Nicholas David Paus atau Nick Pope dilepas oleh akademi Ipswich Town di usia 16 tahun. Pihak akademi beralasan bahwa Pope bermain tidak cukup bagus. Dikeluarkan dari tim favoritnya, hati pop remuk. Padahal ia menyimpan mimpi untuk bisa jadi kiper tim utama klub berjuluk The Tractor Boys itu.

Atas keterpurukan itu, Pope mengurungkan niat untuk mengikuti berbagai trial untuk masuk klub sepak bola lainnya. Setealah musil trial berlalu, sampai kemudian  tawaran dari klub semi-profesional Inggris, Bury Town, datang. Pope jelas tak menolak, apalagi kala itu dia langsung berpeluang menembus tim utama.

Setelah menerima tawaran itu, Pope akhirnya dapat menjalai debutnya di Bury Town. Debut pertamanya itu untuk menggantikan kiper utama mereka, Marcus Graham, absen karena cedera. Layak pengisi kekosongan, saat Graham sembuh, Pope kembali tersingkir. 

Menjadi Pengantar Susu Keliling
Pasca Marcus Graham kembali bermain, Pope hanya tinggal di kursi cadangan. Waktu sia-sia, ia hanya bisa bermain saat latihan saja. Untuk mengisi kekosongan waktu untuk bermain, Pope mengikuti kursus di West Suffolk College. Di universitasnya, ia masuk menjadi bagian dalam tim sepak bola.

Dalam hari-harinya yang hanya duduk di kursi cadangan, Pope merasa putus asa bisa bermain dan menjadi pemain profesional. Saat mejalan kursus, Pope memilik untuk bekerja. Ia harus rela bangun pukul 04.00 pagi waktu setempat. Ia harus pergi keliling untuk mengantarkan susu ke pelanggan di sekitaran tempat tinggalnya.

Selain itu, ia juga harus bekerja di beberapa tempat lainnya. Salah satunya ia harus bekerja di toko retail fashion. "Hidup begitu sulit (di masa lalu). Saya sempat bekerja di beberapa tempat. Saya bekerja di Next dan menjadi tukang antar susu. Saya mengantarnya dengan mobil susu, pada pukul empat pagi di Soham. Bayarannya tidak besar," cerita Pope.

Photo by Mattythewhite on Wikipedia

Namun, atas perjalanannya itu dan bertahan di Bury dan West Siffolk College selama tiga tahun, meski sebagai pemain cadangan, ia merasa ada pekembangan dalam bermain. Manajer Bury, Richard Wilkins menjadi orang yang berpengaruh dalam hidupnya. Karena diakui Pope, ia banyak memberikan nasihat bagus dan kerap melihat perkembangan sepak bola dirinya.

Pada sekali waktu, Charlton Athletic, seorang pencari bakat melihat Pope tambil bersama Bury di laga melawan Billericay Town. Mereka tertarik untuk mengajak Pope menjalani trial dan dijanjikan keuntungan. Namun, kariernya tak lantas melejit. Pope baru menerima kontrak profesionalnya bersama Charlton pada 7 Februari 2012. 

Lebih Banyak Menjadi Pemain Pinjaman
Kendati telah mendatangani kontrak bareng Charlton pada 2012 itu, Ia baru menjalani debut profesionalnya bersama klub berjuluk The Addicks itu pada 4 Mei 2013 dalam sebuah laga Championship menghadapi Bristol City.

Akan tetapi, sebelum dan sesudah menjalani debutnya itu, Pope harus menelan pil pahit lagi, karena ia lebih banyak dipinjamkan ke klub-klub semi profesional. Tercatat dia pernah bermain di Harrow Borough, Welling United, Cambridge United, Aldershot Town, York City, dan Bury. Dan di masa-masa peminjaman itulah Pope mendapat menit bermain yang banyak.

Peruntungan pemain bertinggi badan 1,91 meter itu pun berubah ketika Burnley datang membelinya pada musim panas 2016. Sejak saat itu, Pope tak tergantikan mengawal gawang Burnley yang sejauh ini baru kebobolan 26 gol dari total 30 laga Premier League - pertahanan terbaik keempat setelah Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

"Saya merasa telah bekerja sangat keras dan membuktikan diri di level-level tinggi. Dipanggil ke dalam skuat Inggris bukanlah kebetulan. Jelas sekali ini merupakan hari yang saya pikir takkan pernah datang, dan sekarang terjadi, ini sebuah loncatan besar bagi saya dan semuanya yang dekat dengan saya," papar Pope.

Karier pemain yang sempat menjadi tukang susu itupun sedemikian cepat melesat. Tak heran, di bulan Maret 2018 lalu, dia dipanggil untuk pertama kalinya ke Timnas Inggris oleh Gareth Southgate. *** (SS)

SHARE